- Threads/lemon.squezeee
Anak Korban Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Klender Sembunyikan Luka karena Ketakutan: Di Sekolah Bilangnya Jatoh
tvOnenews.com - Sebuah unggahan yang memilukan dan menyayat hati mendadak viral di media sosial setelah dibagikan oleh seorang pengguna Threads dengan username @lemon.squezeee.
Dalam postingan tersebut, ia mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang anak perempuan yang sedang menangis tersedu-sedu dengan raut wajah penuh ketakutan.
Pengguna akun tersebut menjelaskan secara rinci bahwa anak perempuan malang dalam video itu adalah keponakannya sendiri.
Tragisnya, sejak usianya baru menginjak 1 tahun, bocah tersebut dibawa oleh ayah kandungnya yang telah menikah lagi dengan perempuan lain.
Namun, alih-alih mendapatkan limpahan kasih sayang, selama tinggal bersama ibu tiri dan ayah kandungnya di kawasan Klender, Jakarta Timur, anak perempuan tersebut justru kerap mendapatkan perlakuan kekerasan fisik yang sangat memprihatinkan.
- Threads/lemon.squezeee
Dari penuturan langsung anak perempuan tersebut dalam rekaman video yang dibagikan, terungkap fakta yang membuat siapa saja merasa geram.
Ia mengaku bahwa kakinya kerap dipukul menggunakan benda tumpul berbahan kayu seperti bambu.
Akibat hantaman benda keras tersebut, area tubuh yang dipukul mengalami pembengkakan yang cukup serius akibat penganiayaan yang diterimanya.
"Dipukulin pake kayu. Pertama kayu pukulan, terus mama pegang kayu bambu yang tebal itu. Aku takut, jadi aku kabur. Kalau pulang main juga digebuk," ujar korban seperti dalam video yang diunggah oleh @lemon.squezeee, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Lebih lanjut, korban bahkan sempat memperlihatkan bagian paha dekat lututnya yang terlihat jelas mengalami bengkak, diduga akibat dipukul menggunakan kayu oleh ibu tirinya.
Dalam pengakuannya, ia menceritakan bahwa selama berada di lingkungan sekolah, ia mencoba menangani pembengkakan tersebut secara mandiri dengan memberikan air dingin dan air panas pada bagian yang sakit, sehingga perlahan-lahan bengkaknya mulai berkurang.
"Ini (area sekitar paha dekat lutut) sampe bengkak (karena) digebuk, gak sembuh-sembuh," lanjutnya.
- Threads/lemon.squezeee
Tekanan psikologis yang dialami korban rupanya tidak berhenti sampai di situ saja. Korban juga terpaksa harus berbohong kepada teman-teman sekolahnya saat ditanya mengenai penyebab luka dan lebam di tubuhnya.
Karena merasa malu, ia terpaksa mengatakan kepada teman-temannya bahwa luka tersebut dikarenakan jatuh, bukan dipukul oleh ibu tirinya di rumah.
"Pas di sekolah ditanyain temen, tapi malu jadi bilangnya jatoh," sambungnya.
Ketika diminta oleh tantenya untuk bersikap jujur dan berani menceritakan kejadian yang sebenarnya jika ditanya oleh orang-orang mengenai luka yang didapatnya, korban justru mengaku tak mau melakukannya.
Ia menyimpan ketakutan mendalam bahwa ibu tirinya justru akan berbuat jauh lebih parah dari sebelumnya apabila ia berani mengadu.
"Tapi takut entar dibilang ke mama, 'ngejual-jual' mama, jadi aku yang kena lagi."
"Terus aku punya tetangga, dia kan pernah ngeliat aku digebukin, terus katanya mau dilaporin ke polisi anak kecil, terus aku gak mau," ujarnya masih sambil sesegukan.
Korban memberanikan diri untuk kabur setelah kembali dipukul menggunakan kayu oleh ibu tirinya. Sang anak mengatakan, bahwa peristiwa tersebut bermula saat korban pulang sekolah.
Seharusnya ia pulang jam 3 sore, tapi karena asyik makan seblak karena diajak oleh teman dan ibu temannya, korban tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Begitu pulang dan baru membuka pintu, ia langsung dikejar oleh ibu tirinya. (ism)