news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga mengecek kondisi Masjid Daarul Maarif, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim), yang sempat dibakar oleh pria berkapak.
Sumber :
  • tvOneNews

Kesaksian Marbot Masjid di Jaktim soal Detik-detik Pria Berkapak Bakar dan Serang 3 Jemaah saat Shalat Berjamaah

Dayat, marbot Masjid Daarul Maarif, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim), menceritakan pria berkapak menyerang tiga jemaah saat memadamkan api di pintu masjid.
Senin, 9 November 2026 - 03:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dayat, marbot Masjid Daarul Maarif, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim), mengungkapkan kesaksiannya terkait detik-detik seorang pria berkapak berinisial F yang diduga membakar pintu masjid hingga menyerang jemaah saat shalat Subuh berjamaah pada Minggu (8/11/2026).

Dayat menceritakan peristiwa pembakaran hingga penyerangan yang dilakukan pria berkapak tersebut bermula ketika dirinya tengah mengikuti ibadah shalat berjamaah di masjid tersebut.

"Saya lagi shalat di barisan yang ketiga persis di samping kaca jendela. Di belakang saya ada Pak RT juga," ujar Dayat saat ditemui awak media di lokasi kejadian, Minggu, 8 November 2026.

Terdengar Suara Api Menyala

Dayat menjelaskan, shalat Subuh berjamaah baru saja dimulai. Saat memasuki rakaat pertama, ia mendengar suara api yang diduga berasal dari dekat pintu masjid.

"Begitu rakaat pertama, itu bunyi suara dibarengi 'buz' dibarengi dengan warna merah api yang menyala," katanya.

Situasi tersebut membuat Dayat bergegas berlari karena mencurigai adanya peristiwa pembakaran di masjid. Ia bersama sejumlah jemaah kemudian berupaya memadamkan api tersebut.

Marbot Masjid Daarul Maarif itu bahkan menemukan sumber api yang diduga berasal dari tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram hingga galon berisi bahan bakar bensin.

"Saya langsung lari dan saya sudah curiga ke api (Pak Agus). Ditariklah itunya kontainernya ke sini, tapi di sini api sudah ke atas," jelasnya.

Soal Pria Berkapak Serang 3 Jemaah

Ketegangan terjadi ketika para jemaah berusaha memadamkan api agar tidak merambat ke seluruh area masjid. Namun, terduga pelaku justru melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam (sajam) berupa kapak dan belati.

Penyerangan tersebut menyasar tiga orang jemaah yang berada di dalam masjid. Akibatnya, ketiga korban mengalami luka-luka, sementara pelaku sempat berupaya melarikan diri.

Dayat mengaku tidak mengetahui secara persis bagaimana penganiayaan hingga penyerangan tersebut terjadi. Pasalnya, saat itu dirinya lebih berfokus memadamkan api.

"Itu penganiayaan setelah ramai, mungkin orang itu lari. Saya enggak tahu kejadiannya seperti apa, tahu-tahu itu lihat Pak RT sudah berdarah. Saya enggak tahu persis itunya karena saya fokus matikan api di sini," ucapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral