- Antara
Getaran Terasa hingga Taipei, Gempa Yilan Tak Picu Kerusakan Besar
Badan Meteorologi Taiwan menjelaskan bahwa terbatasnya dampak gempa juga dipengaruhi oleh karakteristik sumber gempa. Lokasi pusat gempa yang berada di lepas pantai serta kedalaman yang relatif dalam membantu meredam energi sebelum mencapai wilayah daratan padat penduduk. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan.
Otoritas memperkirakan gempa susulan dengan kekuatan antara magnitudo 5,5 hingga 6,0 masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk tetap tenang, mengikuti panduan keselamatan, serta memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga meteorologi.
Presiden Taiwan Lai Ching-te menyampaikan bahwa penanganan situasi berjalan cepat dan terkoordinasi. Dalam pernyataan melalui media sosial, ia memastikan seluruh instansi terkait telah bersiaga dan meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik.
Taiwan memang berada di kawasan rawan gempa karena terletak di pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Laut Filipina. Namun pengalaman pahit dari gempa besar di masa lalu, seperti gempa 1999 yang menewaskan lebih dari 2.000 orang dan gempa 2016 di Taiwan selatan, mendorong pemerintah memperkuat regulasi bangunan, sistem peringatan dini, serta edukasi kebencanaan.
Gempa Yilan kali ini menjadi contoh nyata bagaimana investasi jangka panjang dalam mitigasi bencana mampu menekan risiko, bahkan saat gempa berkekuatan besar terjadi. Kejadian ini sekaligus memperkuat reputasi Taiwan sebagai salah satu negara dengan sistem kesiapsiagaan gempa paling matang di kawasan Asia.
Hingga kini, otoritas Taiwan terus memantau aktivitas seismik dan memastikan seluruh wilayah tetap aman. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengandalkan sumber resmi dalam mengikuti perkembangan situasi.
Meta Description (160 karakter):
Keyword: