- ANTARA
Cara AS Ciduk Presiden Venezuela Maduro, Ada Alat Canggih hingga Orang Dalam
tvOnenews.com - Baru-baru ini global dikejutkan dengan kabar Presiden AS, Trump ciduk Presiden Venezuela Maduro, pada Sabtu (3/1/2026). Bahkan, peristiwa itu menuai pertanyaan publik, terkait bagaimana caranya AS ciduk Presiden Venezuela, Maduro.
Sebelumnya diberitakan, dalam operasi militer, AS secara terang-terangan mengabaikan kedaulatan sebuah negara, karena ciduk presiden sah dan terpilih Venezuela, Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1/2026).
Operasi militer tersebut disebut banyak pengamat geopolitik sebagai sebuah "penculikan" dengan dalih penegakan hukum dan pemberantasan narkoba di wilayah AS dan paling lucunya dilaksankan jauh dari teritorial AS itu sendiri.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai media massa, AS menggunakan jasa Badan Intelijen Pusat mereka (CIA) dengan bekerja sama dengan "orang dalam" Pemerintah Venezuela.
"Kerjasama ini dilakukan untuk memantau keberadaan Presiden Nicolás Maduro menjelang penangkapannya oleh pasukan AS," ucap orang-orang yang mengetahui operasi intelijen tersebut dikutip dari laporan New York Times, pada Minggu (4/1/2025).
Pasukan AS yang dimaksud disebut-sebut sebagai unit Delta Force, satuan khusus yang lazim bekerja di belakang garis musuh (behind enemy lines).
Alur kerjasama tersebut adalah, sumber di dalam Pemerintahan Venezuela memberikan informasi rinci kepada CIA tentang lokasi dan pergerakan Maduro dalam beberapa hari dan jam sebelum ia ditangkap.
"Intelijen AS kemudian menggunakan pengawasan rahasia, termasuk pesawat tempur siluman tanpa awak (drone militer), untuk mempertahankan pengamatan yang hampir terus-menerus di area-area penting," demikian laporan tersebut.
Tak hanya itu saja, media asing juga menggambarkan bagaimana drone yang dikendalikan CIA terbang tanpa terdeteksi non-stop di atas wilayah Venezuela untuk mengumpulkan informasi intelijen secara langsung tentang posisi Maduro.
Kombinasi laporan dari sumber internal dan pengawasan udara membantu para perencana AS mengatur waktu dan melaksanakan langkah yang berujung pada penangkapannya.
"Keterlibatan agen lokal dan penggunaan alat pengawasan rahasia menggarisbawahi kedalaman upaya intelijen AS di Venezuela, bagian dari strategi yang lebih luas untuk menekan pemerintah Maduro," tulis laporan itu.
Para pejabat pemerintah AS sebelumnya telah mengungkapkan kalau CIA memang telah menerima wewenang rahasia yang diperluas untuk beroperasi di dalam Venezuela.