news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Orca atau Paus Pembunuh.
Sumber :
  • Pixabay/Efraimstochter

Paus Pembunuh Punya Budaya Pijat Rumput Laut, Ilmuwan Terkejut

Para ilmuwan kini semakin terpesona oleh beragam perilaku tidak biasa yang ditunjukkan oleh orca (Orcinus orca), mamalia laut yang juga dikenal sebagai paus pembunuh.
Selasa, 13 Januari 2026 - 15:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Para ilmuwan kini semakin terpesona oleh beragam perilaku tidak biasa yang ditunjukkan oleh orca (Orcinus orca), mamalia laut yang juga dikenal sebagai paus pembunuh, yang hidup di seluruh samudra dunia. Orca termasuk predator puncak dengan struktur sosial kompleks, sering berperilaku cerdas dan komunikatif, sehingga menarik perhatian peneliti perilaku hewan. 

Ini dia dua penemuan terbaru yang mengungkap sisi tak terduga dari perilaku orca atau paus pembunuh:

Penggunaan “Alat” dari Rumput Laut
Salah satu penemuan paling mengejutkan adalah perilaku yang disebut allokelping, di mana sekelompok orca memodifikasi dan menggunakan potongan kelp (rumput laut) sebagai alat untuk saling “memijat” atau melakukan perawatan kulit. 

Dikutip dari smithsonianmag, perilaku ini pertama kali terdokumentasi melalui rekaman drone di perairan Salish Sea dekat Amerika Utara. Para ilmuwan melihat orca bekerja sama memilih dan memanipulasi kelp, kemudian menjadikannya sebagai alat bantu untuk kontak fisik yang tampak mempererat ikatan sosial dan mungkin membantu menjaga kesehatan kulit mereka. 

Perilaku ini dijelaskan dalam sebuah studi yang dipublikasikan pekan lalu di jurnal Current Biology, dan disebut sebagai contoh pertama yang diketahui dari cetacea yang membuat dan menggunakan alat untuk keperluan perawatan tubuh.

Salah satu penulis studi sekaligus Direktur Eksekutif Center for Whale Research, Darren Croft, menjelaskan bahwa pada primata, termasuk manusia, sentuhan berperan dalam meredakan stres dan membangun hubungan sosial. 

Ia menambahkan, paus pembunuh memang kerap melakukan kontak fisik dengan anggota kelompoknya menggunakan tubuh dan sirip, namun penggunaan kelp kemungkinan dapat memperkaya pengalaman tersebut.

Terkait kesehatan kulit, para ilmuwan telah mengetahui bahwa paus dan lumba-lumba memiliki berbagai cara untuk melepaskan kulit mati. 

Oleh karena itu, allokelping diduga menjadi salah satu bentuk perawatan tambahan. Sejumlah bukti juga menunjukkan bahwa paus dengan lebih banyak kulit mati cenderung lebih sering melakukan perilaku allokelping.

Allokelping kemungkinan merupakan perilaku budaya yang unik pada populasi orca Southern Resident. 

Namun, populasi orca ini saat ini berada dalam kondisi sangat terancam punah, sehingga budaya tersebut berisiko ikut menghilang bersama mereka di masa depan.

Berbagi Makanan dengan Manusia
Selain itu, scitechdaily mengungkapkan ada pula perilaku orca yang tampak ramah terhadap manusia juga terekam dalam studi lain. 

Selama 20 tahun, ilmuwan dari Kanada, Selandia Baru, dan Meksiko mencatat 34 pertemuan unik di mana orca liar terlihat memberikan makanan kepada manusia. Peristiwa ini terjadi di berbagai lokasi dunia, mulai dari California dan Selandia Baru hingga Norwegia dan Patagonia.

Penulis utama penelitian, Jared Towers dari Bay Cetology, menyebut berbagi makanan merupakan perilaku prososial orca untuk membangun hubungan. 

“Bahwa mereka juga berbagi dengan manusia yang menunjukkan ketertarikan untuk berinteraksi dengan kita,” ujarnya.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Comparative Psychology ini menganalisis kejadian saat manusia berada di air, di atas perahu, maupun di tepi pantai.

Seluruh kasus menunjukkan orca mendekati manusia atas inisiatif sendiri dan meletakkan makanan di hadapan mereka, bahkan beberapa kali mencoba kembali saat tawaran awal ditolak.

Hewan domestik seperti anjing dan kucing terkadang juga memberikan makanan kepada manusia.

Namun, penelitian ini menjadi salah satu deskripsi rinci pertama mengenai perilaku serupa pada hewan liar yang tidak didomestikasi. 

Menurut para peneliti, hal ini masuk akal karena orca adalah hewan yang cerdas dan bersosialisasi, dan menggunakan berbagi makanan sebagai sarana membangun hubungan, baik dengan kerabat maupun individu di luar kelompoknya.

Orca juga kerap berburu mangsa yang ukurannya jauh lebih besar dari tubuh mereka, sehingga terkadang memiliki makanan berlebih.

Para peneliti menjelaskan bahwa tindakan orca memberikan benda kepada manusia dapat menjadi sarana bagi mereka untuk mempraktikkan perilaku budaya yang telah dipelajari, sekaligus melakukan eksplorasi atau bermain. 

Melalui proses tersebut, orca dinilai berpotensi mempelajari, memanipulasi, hingga membangun hubungan dengan manusia. 

Mempertimbangkan kemampuan kognitif yang tinggi serta sifat kooperatif spesies ini, para peneliti menilai berbagai kemungkinan penjelasan dan juga akan adanya dampak dari perilaku tersebut.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral