- Antara
Mengintip Kekuatan Tempur Garda Revolusi Iran yang Siap Hadapi Serangan Amerika Serikat
Jakarta, tvOnenews.com - Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali memanas menyusul gelombang unjuk rasa besar yang mengguncang berbagai kota di Iran sejak akhir Desember 2025 lalu.
Dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial dan kondisi ekonomi yang kian terpuruk, aksi protes yang bermula di Grand Bazaar Teheran itu kini berubah menjadi ajang saling tuduh.
Pemerintah Iran secara tegas dikabarkan menuding AS dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut, menyebutnya sebagai agenda "aksi terorisme" untuk menggoyang stabilitas nasional.
Di tengah situasi yang mencekam dengan laporan ribuan korban jiwa dan belasan ribu orang ditahan, mata dunia kembali tertuju pada kekuatan utama yang menjaga rezim Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.
Terkini, Komandan IRGC mengatakan bahwa Iran siap merespons tegas para musuhnya, yakni Israel dan Amerika Serikat, yang ia tuding berada di balik gelombang protes di Iran.
"Tingkat kesiapan tertinggi untuk merespons secara tegas setiap salah perhitungan musuh,” kata Komandan Mohammad Pakpour dalam pernyataan tertulis, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (15/1).
Berdasarkan informasi dari Britannica, IRGC atau yang dikenal sebagai Pasdaran lahir dari rahim Revolusi Iran pada 1979 dan dibentuk oleh Ayatollah Khomeini melalui dekrit khusus.
Awalnya, pasukan ini dirancang sebagai penyeimbang militer reguler (Artesh) yang kala itu dianggap masih setia kepada Shah.
Seiring berjalannya waktu, keberadaan IRGC dipermanenkan dalam konstitusi sebagai penjaga ideologi dan kedaulatan revolusi.
Berbeda dengan militer konvensional, IRGC memiliki struktur komando yang sangat luas dan mandiri. Mereka memiliki unit darat, laut, hingga angkatan udara sendiri, ditambah unit intelijen serta pasukan khusus yang ahli dalam operasi asimetris.
Kekuatan Personel dan Alutsista Strategis
Kekuatan manusia Iran sangat bergantung pada korps ini. Berdasarkan informasi dari Aljazeera, IRGC diperkirakan memiliki sekitar 190.000 personel aktif. Namun, angka ini bisa membengkak hingga lebih dari 600.000 jika menyertakan pasukan cadangan.
Lebih dari sekadar jumlah pasukan, IRGC adalah pemegang kunci teknologi paling mematikan Iran.
Mereka diduga turut mengawasi langsung program rudal balistik serta pengembangan nuklir negara tersebut.