- X @DailyIranNews
Alasan Amerika Serikat Lancarkan Serangan Militer ke Iran
Jakarta, tvOnenews.com - Konflik di Timur Tengah meledak setelah Amerika Serikat (AS) dilaporkan meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap berbagai titik di Iran.
Mengutip laporan dari Reuters pada Sabtu (28/2), seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa operasi tempur tersebut melibatkan serangan terkoordinasi dari unit udara dan armada laut.
Ketegangan ini sebenarnya telah mencapai puncaknya sejak 20 Februari lalu, ketika Presiden Donald Trump menyatakan sedang menimbang opsi serangan terbatas terhadap Teheran.
Saat itu, Trump sudah memberikan ultimatum keras agar Iran bersedia duduk di meja perundingan, atau mereka akan menghadapi "hari yang buruk."
Pihak Iran sendiri, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei, sempat merespons ancaman tersebut pada Senin sebelumnya dengan menegaskan bahwa aksi militer sekecil apa pun dari pihak AS akan dipandang sebagai tindakan agresi yang nyata.
Namun, peringatan tersebut tampaknya tidak menyurutkan langkah Washington. Pada Sabtu (28/2), Presiden Trump kembali melontarkan peringatan keras agar Iran menghentikan ambisi nuklirnya. Trump merasa geram karena Teheran dianggap terus menutup pintu diplomasi.
"Setelah serangan itu, kami memperingatkan mereka untuk tidak pernah melanjutkan upaya milisi mereka dalam mengembangkan senjata nuklir. Kami berulang kali berupaya untuk mencapai kesepakatan, tetapi Iran menolak. Mereka menolak setiap kesempatan," tegas Trump dalam pernyataannya.
Trump menuduh rezim Iran berupaya membangkitkan kembali proyek nuklir yang sempat terhenti serta mempercepat pengembangan teknologi rudal jarak jauh.
Senjata tersebut diklaim Trump berpotensi mengancam stabilitas di Eropa hingga mencapai daratan Amerika Serikat.
Sebagai penutup yang provokatif, Trump menegaskan komitmen AS untuk melumpuhkan kekuatan militer Iran secara sistematis.
Ia berjanji akan menghancurkan seluruh infrastruktur industri rudal serta menyapu bersih kekuatan Angkatan Laut Iran guna memastikan keamanan nasional Amerika dan sekutunya. (ant/dpi)