news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sumber :
  • ANTARA/Xinhua/Shadati

Ini yang Bakal Terjadi Kala Ali Khamenei Wafat, Iran Tidak Langsung Runtuh—Tapi Dunia Bisa Guncang

Jika Ali Khamenei wafat, Iran tak langsung runtuh. Namun sistem militer, suksesi, dan energi global berisiko memicu guncangan besar dunia.
Minggu, 1 Maret 2026 - 09:53 WIB
Reporter:
Editor :

Suksesi: Ada Prosedur, Tapi Waktu Berbahaya

Secara konstitusional, pemimpin tertinggi baru dipilih oleh Majelis Pakar. Preseden 1989—ketika Khamenei menggantikan Khomeini dalam hitungan hari—kerap dijadikan rujukan bahwa suksesi bisa cepat. Namun, situasi kini berbeda. Serangkaian serangan dan kekosongan jabatan membuat kapasitas penuh negara tergerus. Bahkan, beredar kabar beberapa calon pengganti telah disiapkan, tetapi belum ada konfirmasi publik.

Yang mengkhawatirkan bukan semata siapa pengganti Khamenei, melainkan jeda waktu sebelum pusat kekuasaan baru benar-benar efektif. Banyak analis memperkirakan dibutuhkan 60–90 hari sebelum otoritas baru mampu bernegosiasi, memberi sinyal kebijakan, atau menghentikan operasi militer yang sudah berjalan. Dalam jeda itulah risiko global membesar.

Empat Skenario yang Membayangi

Jika Khamenei wafat, setidaknya ada empat skenario utama. Pertama, konsolidasi IRGC dengan kepemimpinan kolektif sementara dan figur ulama simbolis. Kedua, perebutan pengaruh berkepanjangan antar faksi militer, ulama, dan komando daerah—skenario yang paling berbahaya bagi pasar energi. Ketiga, pemberontakan rakyat yang memanfaatkan kekosongan otoritas, meski belum terlihat alternatif politik yang siap memerintah. Keempat, keruntuhan negara secara total—kemungkinan kecil, tetapi sudah diantisipasi negara tetangga.

Hampir di semua skenario, satu persoalan tetap sama: siapa yang berwenang memerintahkan penghentian peluncuran rudal yang telah didelegasikan? Suksesi bisa menunggu minggu, tetapi operasi militer berjalan dalam hitungan jam.

Dunia Menahan Napas

Pernyataan pejabat Iran yang masih menyebut status pemimpin tertinggi “sejauh yang diketahui” menandakan gangguan serius dalam rantai komando. Di sisi lain, Washington mengklaim memiliki “jalan keluar”. Namun, belum jelas apakah sistem pembalasan otomatis Iran memiliki mekanisme yang sama untuk menghentikan diri.

Kesimpulannya, jika Ali Khamenei meninggal dunia, Iran tidak serta-merta runtuh. Sistemnya dirancang untuk bertahan tanpa figur puncak. Tetapi justru di situlah bahayanya: dunia menghadapi negara yang tetap mampu menyerang, sementara kepastian siapa yang bisa menghentikan serangan itu belum ada. Republik Islam mungkin dibangun untuk bertahan, tetapi belum tentu untuk tahu kapan harus berhenti. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral