news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sumber :
  • Antara

Surat Wasiat Terakhir Ali Khamenei Terungkap: Pesan Perlawanan, Rantai Komando, dan Amanat Jika Iran Diserang

Surat wasiat Ali Khamenei terungkap usai wafat dalam serangan AS-Israel. Berisi amanat perlawanan, rantai komando darurat, dan kesiapan militer Iran
Minggu, 1 Maret 2026 - 14:40 WIB
Reporter:
Editor :

Langkah ini mencerminkan pandangan Khamenei bahwa perang modern tidak hanya menargetkan infrastruktur, tetapi juga “kepala” negara. Karena itu, kesinambungan komando menjadi kunci bertahannya Republik Islam Iran.

Amanat Militer: Siaga dan Balas

Dalam wasiat dan instruksi daruratnya, Khamenei juga memberikan amanat tegas kepada angkatan bersenjata. Iran diminta berada dalam tingkat kewaspadaan tertinggi, dengan penempatan sistem rudal di sekitar Irak, Teluk Persia, dan kawasan strategis lainnya.

Arahan ini dijalankan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang sejak awal memang menjadi tulang punggung pertahanan rezim. Postur militer Iran yang agresif pascaserangan mencerminkan pesan terakhir Khamenei: setiap agresi harus dibalas keras, bahkan jika ia telah gugur.

Nada pernyataan publik Khamenei sebelum wafat pun sejalan dengan amanat ini. Ia berulang kali menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk dan bahwa “setiap serangan akan dibalas dengan konsekuensi yang tak terbayangkan”.

Konteks Diplomasi yang Menutup

Surat wasiat Khamenei juga lahir di tengah konteks diplomasi yang kian menipis. Saat itu, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan kesepakatan masih mungkin tercapai, namun disertai peringatan keras bahwa “hal buruk akan terjadi” jika diplomasi gagal.

Bagi Teheran, pernyataan tersebut dipahami sebagai sinyal bahwa opsi militer tetap di atas meja. Karena itu, kepemimpinan Iran—atas arahan Khamenei—menyusun skenario terburuk, termasuk kemungkinan terbunuhnya Pemimpin Tertinggi.

Wafat sebagai “Martir”

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa Khamenei wafat pada Sabtu (28/2/2026) dini hari di kantornya saat menjalankan tugas. Ia disebut gugur sebagai martir, sebuah narasi yang memiliki makna ideologis sangat kuat dalam sistem Republik Islam.

Media pemerintah juga melaporkan bahwa anggota keluarga Khamenei—termasuk seorang putri, menantu, dan cucu—turut tewas dalam serangan. Di sisi militer, Panglima IRGC Mohammad Pakpour serta Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani juga dilaporkan gugur.

Warisan Terakhir Khamenei

Surat wasiat Ali Khamenei bukan sekadar pesan pribadi menjelang ajal, melainkan cetak biru kelangsungan negara dalam situasi perang. Ia menyiapkan Iran untuk bertahan tanpa dirinya, memastikan rantai komando tetap utuh, dan meninggalkan amanat perlawanan sebagai warisan ideologis.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral