- ANTARA
Konflik Militer AS-Israel dan Iran Memanas, Imigrasi Siaga di Seluruh Tempat Keimigrasian
Jakarta, tvOnenews.com - Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman mengungkapkan seluruh tempat pemeriksaan imigrasi udara siap siaga atas dampak dari konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Diketahui, akibat konflik militer ini sejumlah penerbangan di Timur Tengah terpaksa ditutup termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Yuldi menegaskan, jajarannya mengambil langkah cepat dengan membatalkan keberangkatan, baik secara manual maupun sistem untuk penumpang dan kru maskapai yang terdampak.
“Fokus kami adalah menjaga kelancaran pelayanan, ketertiban pemeriksaan, serta kepastian prosedur bagi penumpang yang terdampak atau pengalihan penerbangan,” kata Yuldi, Minggu (1/3/2026).
Konflik militer yang tengah terjadi mengakibatkan terganggunya operasional penerbangan dari dan menuju Indonesia.
Adapun berdasarkan pantauan Ditjen Imigrasi terakhir, Sabtu (28/2/2026) pulul 21.00 WIB, sebanyak delapan penerbangan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, dan Kualanamu dibatalkan hingga ditunda.
Setidaknya tercatat 2.228 penumpang terdampak perubaan jadwal dan pembatalan tersebut.
Terkait hal ini, Ditjen Imigrasi pun menginstruksikan supaya petugas imigrasi di bandara menyesuaikan penempatan personel pada area kedatangan dan keberangkatan.
Petugas imigrasi juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan pihak bandara menanggapi perubahan yang masih terjadi. (ant/iwh)