- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @dinopattidjalal/ Antara
Dino Patti Djalal Bongkar Tren Mengkhawatirkan AS, Serangan Terhadap Iran Diduga Pola ‘Main Hakim Sendiri’ Trump
tvOnenews.com - Miris sekali, pada Sabtu (28/2/2026) Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangannya terhadap Iran saat umat Islam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Akibat kejadian ini, Iran telah kehilangan pemimpin tertingginya yaitu Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah aparatur negara dan ratusan masyarakat.
Padahal dalam pemberitaan sebelumnya Iran dan Amerika Serikat dinilai mencapai kemajuan yang signifikan dalam perundingan mereka, meski belum menemui hasil.
Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Al Busaidi pada Kamis (26/2/2026) yang menjadi mediator dalam perundingan tersebut.
Kini AS dan Israel justru melancarkan serangan kepada Iran. Penyerangan brutal ini menjadi perhatian dunia, termasuk masyarakat Indonesia.
Salah satu yang menanggapi aksi Amerika Serikat dan Israel ini yaitu Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal.
Dino Patti Djalal menekankan bahwa dalam peristiwa ini Iran merupakan pihak yang diserang oleh Amerika Serikat dan Israel bukan yang menyerang.
“Kita harus jelas sejelas-jelasnya bahwa Iran adalah pihak yang diserang oleh Amerika Serikat dan Israel, bukan pihak yang menyerang Amerika dan Israel,” ungkap Dino Patti Djalal pada unggahan media sosial Instagramnya @dinopattidjalal.
- Instagram @dinopattidjalal
Menurut Dino, perundingan yang dilakukan antara Amerika dan Iran belum berhasil, namun bukan berarti memberikan pembenaran bagi AS untuk melakukan penyerangan terhadap Iran.
Terlebih pemerintah Oman yang selama ini menjadi mediator dalam perundingan kedua negara tersebut menyatakan adanya kemajuan yang signifikan dalam proses perundingan tersebut.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ini mengungkapkan serangan militer yang dilakukan AS terhadap Iran ini sangat mengkhawatirkan.
Pasalnya, ia melihat adanya tren yang menunjukkan bahwa segala perselisihan yang tidak sesuai dengan keinginan Donald Trump akan diselesaikan dengan perang.
“Serangan militer terhadap Iran menandakan adanya suatu tren yang mengkhawatirkan di Amerika Serikat, bahwa segala perselisihan yang tidak sesuai dengan kemauan Trump akan diselesaikan dengan cara perang atau kekerasan,” jelas Dino Patti Djalal.