- Antara
Tentara Zionis Israel Tutup Seluruh Akses Masjid Al Aqsa, Warga Palestina Terpaksa Shalat di Jalan-jalan
tvOnenews.com - Pasukan militer Israel telah menutup Masjid Al Aqsa tiga hari berturut-turut.
Hal itu dilakukan Israel demi mencegah umat Muslim Palestina shalat di Masjid Al Aqsa selama bulan suci Ramadhan.
Tindakan pasuskan zionis Israel menutup seluruh akses menuju Masjid Al Aqsa ini memaksa warga Palestina menjalankan ibadah shalat di jalan-jalan area sekitar masjid.
Kekhusukan ibadah umat Muslim pun tampak terganggu dengan penjaan ketat dari pasukan Israel selama mereka ibadah.
- antara
Penutupan ini dilakukan menyusul dimulainya agresi militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
Pihak otoritas Israel berdalih bahwa langkah ini diambil karena adanya ancaman roket berkelanjutan yang berasal dari Iran.
Aparat keamanan menyatakan bahwa akses untuk seluruh tempat suci di kota utama ditutup bagi semua jemaah dengan alasan status keadaan darurat perang.
Di sisi lain, warga Palestina mengecam keras tindakan Israel tersebut.
Mereka menilai bahwa penutupan Masjid Al Aqsa hanyalah sebuah manuver politik dan keamanan dari pihak Zionis Israel.
Menurut mereka Israel sengaja mengeksploitasi ketegangan situasi dengan Iran untuk memberlakukan pembatasan lebih lanjut terhadap warga Palestina.
Hal itu juga sebagai upaya sistematis untuk mengonsolidasikan kendali penuh Israel atas kompleks Masjid Al Aqsa.
OKI Kutuk Israel Tutup Al Aqsa
Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk keras penutupan terus-menerus Masjid Al Aqsa oleh otoritas pendudukan Israel dan memcegah akses masuknya bagi para jamaah selama delapan hari berturut-turut.
OKI menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian tempat-tempat suci dan hak kebebasan beribadah, serta provokasi terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia.
Sekretariat Jenderal memperingatkan bahwa berlanjutnya pelanggaran dan serangan sistematis terhadap kota Yerusalem yang diduduki, dan tempat-tempat sucinya akan memicu siklus kekerasan dan ketegangan serta semakin menggoyahkan stabilitas kawasan tersebut. (ant)