- Antara
Perang Iran vs AS dan Israel Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar per Barel, Pasar Energi Global Guncang
Jakara, tvOnenews.com - Harga minyak dunia terbaru kembali menjadi sorotan setelah konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat pasar energi global terguncang dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Pada perdagangan Kamis (12/3/2026), harga minyak mentah jenis Brent sempat menembus 101,59 dolar AS per barel, sebelum akhirnya turun kembali ke kisaran 99,35 dolar AS per barel. Meski sedikit terkoreksi, harga minyak dunia terbaru tetap berada di level tinggi dan memicu kekhawatiran pasar global.
Lonjakan harga minyak dunia terbaru ini dipicu eskalasi konflik militer yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Situasi menjadi semakin genting setelah Iran mengeluarkan perintah penting terkait jalur distribusi energi dunia.
Iran Perintahkan Penutupan Selat Hormuz
Ketegangan meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, memerintahkan agar Selat Hormuz tetap ditutup sebagai bagian dari strategi menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi nasional Iran, Khamenei menegaskan bahwa blokade Selat Hormuz harus dimanfaatkan sebagai tekanan strategis terhadap Barat.
Ia menyatakan bahwa pengaruh dari pemblokiran jalur vital tersebut harus benar-benar digunakan untuk menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Selain itu, Khamenei juga menyerukan negara-negara Teluk untuk segera menutup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka. Menurutnya, jaminan perlindungan dari Washington tidak lebih dari sekadar janji kosong.
Situasi tersebut memperbesar ketidakpastian pasar energi, sehingga harga minyak dunia terbaru terus berfluktuasi tajam.
Selat Hormuz Jadi Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman minyak paling penting di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global.
Setiap hari, jutaan barel minyak mentah melewati kawasan tersebut untuk didistribusikan ke berbagai negara.
Karena itu, ketika Iran mengancam menutup Selat Hormuz, pasar energi langsung bereaksi keras. Gangguan di jalur ini dapat berdampak besar terhadap pasokan minyak dunia.
Ketegangan juga meningkat setelah sebuah kapal kargo berbendera Thailand dilaporkan diserang di dekat Selat Hormuz. Serangan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa konflik di kawasan itu dapat meluas.