- Antara
Perang Iran vs AS dan Israel Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar per Barel, Pasar Energi Global Guncang
Akibatnya, banyak kapal tanker minyak memilih menunda perjalanan, sementara perusahaan energi mulai mengantisipasi potensi gangguan distribusi.
Produksi Minyak Global Turun Jutaan Barel
Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga berdampak langsung terhadap produksi minyak dunia. Serangan balasan yang terjadi di sejumlah negara Teluk membuat beberapa fasilitas energi terpaksa menghentikan operasinya.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa produksi minyak mentah global turun hingga 8 juta barel per hari akibat ketegangan tersebut.
Penurunan pasokan ini membuat harga minyak dunia terbaru semakin sulit dikendalikan.
Sejumlah negara produsen minyak bahkan mulai mengambil langkah darurat untuk menjaga stabilitas pasar energi.
Cadangan Minyak Dunia Mulai Dibuka
Untuk menekan lonjakan harga minyak dunia terbaru, sejumlah negara mencoba mengimbangi pasokan dengan membuka cadangan minyak strategis.
Badan energi internasional dilaporkan telah melepas lebih dari 400 juta barel minyak dari cadangan darurat.
Langkah ini bertujuan meredam kepanikan pasar energi global yang dipicu perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Namun, para analis menilai kebijakan tersebut hanya menjadi solusi jangka pendek. Jika konflik terus berlanjut, pasokan energi dunia tetap berisiko terganggu.
Harga Minyak Bisa Tembus 150 Dolar per Barel
Para analis energi memperingatkan bahwa harga minyak dunia terbaru berpotensi melonjak lebih tinggi apabila Selat Hormuz tetap ditutup dalam waktu lama.
Jika jalur distribusi tersebut benar-benar terganggu, harga minyak bisa menembus 150 dolar AS per barel.
Ketegangan meningkat karena Iran juga disebut melakukan serangan terhadap sejumlah kapal di Teluk Persia serta meluncurkan rudal ke beberapa negara di kawasan.
Situasi ini membuat pasar energi global semakin tidak stabil.
Dampak ke Ekonomi Dunia Mulai Terasa
Lonjakan harga minyak dunia terbaru tidak hanya mempengaruhi pasar energi, tetapi juga mulai berdampak pada sektor lain.
Industri penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak karena meningkatnya harga bahan bakar jet.
Beberapa maskapai penerbangan internasional bahkan mulai mengambil langkah penyesuaian biaya, seperti:
-
Penambahan biaya bahan bakar (fuel surcharge) pada tiket penerbangan
-
Penyesuaian harga tiket rute internasional
-
Pengurangan jadwal penerbangan tertentu