news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden AS, Donald Trump memohon doa kepada para pendeta.
Sumber :
  • X/@Scavino47

Trump Akhirnya Ketakutan Jika Iran Tutup Selat Hormuz, Tebar Ancaman Keras Ini

Tak main-main kali ini Presiden Amerika Serikat Trump mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg, jika Iran berani menutup di Selat Hormuz.
Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:12 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menebar ancaman terhadap lawannya Iran.

Tak main-main kali ini Trump mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg, jika Iran berani menutup di Selat Hormuz.

"Saya telah memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tulis Trump di Truth Social dikutip Sabtu (13/3/2026).

Selat Hormuz Lalu Lintas Minyak
Sumber :
  • Istimewa

Trump menyebut serangan udara AS di pulau itu dalam operasi terhadap Iran akan menjadi “salah satu serangan pengeboman terkuat dalam sejarah Timur Tengah.”

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan, korban sipil dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Angkatan Bersenjata Iran kembali menegaskan bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz yang strategis dan tidak akan mengizinkan baik Amerika Serikat maupun negara-negara yang terlibat dalam serangan baru-baru ini terhadap Iran untuk melintasi jalur perairan tersebut.

“Tanpa keraguan atau kelalaian apa pun, Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan bijaksana pasukan angkatan laut pemberani Garda Revolusi. Agresor Amerika dan sekutu mereka tidak berhak untuk melintas di sini,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, unit yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer, Kamis.

Jalur Selat Hormuz tersebut merupakan salah satu rute maritim paling penting di dunia bagi pengiriman energi global. (ant)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral