news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah..
Sumber :
  • ANTARA

Iran Bantah Berunding, Sebut Trump Hanya Mau "Tenangkan" Pasar AS

Iran membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial.
Selasa, 24 Maret 2026 - 10:11 WIB
Reporter:
Editor :

Istanbul, tvOnenews.com-Iran membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat.

"Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat. Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel," kata Ghalibaf melalui sosial media X, Senin.

Ghalibaf menambahkan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor, sementara semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.

Adapun sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan.

Hal tersebut, lanjut Tump, adalah karena dialog dengan Teheran selama dua hari belakangan berlangsung "sangat baik dan produktif".

Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Serangan militer Iran itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral