news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ARSIP - Drone Iran meluncur ke arah pangkalan AU Inggris di Siprus.
Sumber :
  • Anadolu

Analisis: Negara-negara GCC Terima 83% Rudal dan Drone Iran

Sejak awal perang gabungan AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) terkejut mendapati diri mereka menjadi sasaran pembalasan kekerasan Teheran.
Jumat, 27 Maret 2026 - 11:49 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sejak awal perang gabungan AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) terkejut mendapati diri mereka menjadi sasaran pembalasan kekerasan Teheran.

Mereka tidak terlibat dalam serangan mendadak tersebut, bahkan tidak berkonsultasi tentangnya. Namun pada 1 Maret, keenam negara GCC telah diserang.

Seperti yang dinyatakan dalam laporan Stimson Center yang berbasis di Washington pada hari Rabu: “Konflik AS-Israel-Iran, yang kini memasuki minggu keempat, telah berkembang menjadi perang yang mengerikan dan semakin meningkat yang tidak diinginkan oleh anggota Dewan Kerja Sama Teluk mana pun.”

Lebih buruk, dengan cepat menjadi jelas bahwa serangan Iran sebagian besar ditujukan pada infrastruktur sipil — bukan pada pangkalan AS yang diklaim Iran sebagai sasaran utamanya.

Di hari pertama, rudal atau puing-puing dari senjata Iran yang dicegat menghantam bandara Dubai, hotel ikonik Burj Al-Arab di kota itu, pelabuhan Jebel Ali, dan pulau buatan Palm Jumeirah.

Pada hari itu, Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone ke UEA dalam upaya nyata untuk merusak reputasinya sebagai tempat aman bagi wisatawan, bisnis, dan investor. Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar juga diserang sejak hari-hari awal konflik.

Iran mengklaim hanya menargetkan situs militer yang terkait dengan AS. Namun, selama beberapa hari dan minggu berikutnya, pola serangan yang tak terbantahkan terhadap infrastruktur sipil mulai muncul, dengan target di Arab Saudi termasuk kilang minyak Ras Tanura, fasilitas Aramco, dan ladang minyak Shaybah.

Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan bahwa sejumlah drone yang menuju Riyadh telah dicegat. Ini bukan sesuatu yang diharapkan oleh negara-negara GCC, dan mereka juga tidak merasa pantas menerimanya.

Bahkan Oman, yang telah menjadi mediator dalam pembicaraan positif antara Iran dan AS yang segera diikuti oleh serangan-serangan tersebut, juga terkena dampaknya. Semenjak 3 Maret, telah terjadi beberapa serangan terhadap infrastruktur minyak dan fasilitas sipil lainnya di negara tersebut.

Kini, angka-angka terbaru mengungkapkan harga yang sangat tidak proporsional yang harus dibayar oleh negara-negara Teluk untuk perang yang tidak mereka mulai, tidak mereka inginkan, dan tidak mereka ikuti.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral