news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Arsip foto - Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
Sumber :
  • ANTARA

Iran Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Kapal Kini Wajib Kantongi Izin Otoritas Setempat

Iran resmi menerapkan aturan baru di Selat Hormuz. Kapal kini wajib memperoleh izin otoritas Iran sebelum melintas di jalur strategis dunia.
Rabu, 6 Mei 2026 - 14:08 WIB
Reporter:
Editor :

Iran, tvOnenews.com - Pemerintah Iran resmi menerapkan mekanisme baru terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dalam aturan terbaru tersebut, seluruh kapal diwajibkan memperoleh izin dari otoritas Iran sebelum dapat melewati jalur laut strategis itu.

Kebijakan baru tersebut dilaporkan media Iran, Press TV, pada Selasa (6/5/2026). Langkah ini menjadi perhatian internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran dan distribusi energi paling penting di dunia.

Dalam mekanisme yang diterapkan, kapal yang hendak melintas akan terlebih dahulu menerima email dari Persian Gulf Strait Authority (PGSA). Email tersebut berisi ketentuan serta aturan transit yang wajib dipatuhi selama melintas di wilayah perairan tersebut.

Setelah menerima pemberitahuan itu, kapal diwajibkan mengajukan izin resmi kepada PGSA sebelum memperoleh persetujuan untuk melintas.

Kebijakan ini menandai peningkatan kontrol Iran terhadap aktivitas pelayaran di kawasan Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan global.

Kapal Wajib Ikuti Jalur yang Ditentukan

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) telah menegaskan bahwa seluruh kapal sipil maupun komersial yang melintas di Selat Hormuz harus mengikuti jalur pelayaran yang telah ditetapkan.

IRGC juga menyatakan bahwa seluruh pergerakan kapal di kawasan tersebut wajib dikoordinasikan dengan pemerintah Iran. Pernyataan itu memperkuat posisi Teheran dalam mengawasi lalu lintas laut di salah satu titik strategis dunia.

Aturan terbaru tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran internasional, terutama kapal dagang dan tanker minyak yang rutin melintas di kawasan tersebut.

Selat Hormuz sendiri selama ini dikenal sebagai jalur penting distribusi minyak dunia. Banyak negara bergantung pada stabilitas lintasan laut itu untuk kepentingan perdagangan energi global.

Mekanisme Baru Transit Kapal di Selat Hormuz

Dalam laporan Press TV disebutkan, proses transit kapal kini dilakukan melalui beberapa tahapan administratif yang wajib dipenuhi operator kapal.

Berikut mekanisme baru yang diterapkan Iran:

  • Kapal menerima email aturan transit dari Persian Gulf Strait Authority (PGSA)

  • Operator kapal mempelajari ketentuan pelayaran yang diberikan

  • Kapal mengajukan izin resmi kepada PGSA

  • Persetujuan otoritas Iran menjadi syarat wajib untuk melintas

  • Kapal harus mengikuti jalur yang ditentukan IRGC

  • Seluruh aktivitas pelayaran wajib dikoordinasikan dengan pemerintah Iran

Langkah tersebut memperlihatkan adanya sistem pengawasan yang lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Selat Hormuz Jadi Jalur Vital Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Kawasan ini menjadi salah satu titik paling strategis dalam perdagangan minyak global.

Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati perairan tersebut sebelum dikirim ke berbagai negara tujuan di Asia, Eropa, hingga Amerika.

Karena posisinya yang sangat penting, situasi keamanan di Selat Hormuz kerap menjadi perhatian dunia internasional. Setiap kebijakan baru terkait pelayaran di wilayah tersebut biasanya berdampak besar terhadap stabilitas perdagangan dan geopolitik global.

Penerapan aturan baru oleh Iran pun dipandang sebagai langkah signifikan dalam pengawasan jalur pelayaran internasional.

IRGC Tegaskan Koordinasi dengan Pemerintah Iran

Dalam pernyataannya, IRGC menekankan bahwa pengawasan terhadap kapal sipil dan komersial dilakukan sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas maritim di kawasan tersebut.

Seluruh kapal yang melintas disebut wajib mematuhi rute yang sudah ditentukan serta melakukan koordinasi dengan otoritas Iran.

Hingga kini belum ada laporan mengenai penolakan atau gangguan terhadap kapal internasional setelah kebijakan tersebut diberlakukan. Namun, aturan baru ini diperkirakan akan meningkatkan prosedur administrasi bagi operator kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan Iran itu muncul di tengah tingginya perhatian internasional terhadap keamanan jalur distribusi energi global dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sumber laporan ini berasal dari media Iran Press TV yang dikutip Sputnik/RIA Novosti. (ant/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:17
01:53
05:06
05:41
00:54
07:47

Viral