- antara
Samsung Terancam Lumpuh 18 Hari, Pemerintah Korea Selatan Turun Tangan Cegah Mogok Kerja Massal
“Kerugian ekonomi yang akan kita hadapi mungkin di luar imajinasi,” ujar Kim.
Samsung Jadi Tulang Punggung Ekonomi Korsel
Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan. Samsung Electronics memiliki pengaruh sangat besar terhadap ekonomi Korea Selatan.
Data pemerintah menyebut pendapatan Samsung Electronics menyumbang sekitar 12,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan.
Selain itu:
-
Samsung menyumbang 22,8 persen total ekspor Korea Selatan
-
Samsung menguasai sekitar 26 persen kapitalisasi pasar nasional
-
Samsung menjadi pemain utama industri chip global
Karena dominasi tersebut, gangguan produksi Samsung dikhawatirkan memicu efek domino terhadap pasar keuangan, ekspor, hingga industri teknologi global.
Sejumlah analis juga mulai mengingatkan risiko ketergantungan ekonomi Korea Selatan terhadap segelintir perusahaan besar seperti Samsung.
Produksi Chip Disebut Sudah Sempat Turun
Serikat pekerja Samsung sebelumnya menggelar aksi besar pada 23 April 2026 yang diikuti sekitar 40 ribu pekerja.
Menurut serikat pekerja, aksi tersebut menyebabkan produksi foundry Samsung turun hingga 58 persen dalam satu hari.
Produksi memori chip Samsung juga disebut turun sekitar 18 persen.
Serikat pekerja memperkirakan jika mogok selama 18 hari benar-benar terjadi, Samsung bisa mengalami kerugian hingga 30 triliun won atau sekitar US$20 miliar.
Namun pihak serikat pekerja membantah bahwa penghentian produksi sebelumnya sepenuhnya disebabkan aksi protes.
Mereka menyebut penghentian produksi juga terjadi karena proses inspeksi alat, pemeliharaan, dan penyesuaian sistem produksi.
Menteri Keuangan Hingga Bos Samsung Ikut Bersuara
Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun Cheol sebelumnya juga meminta aksi mogok tidak sampai terjadi.
“Samsung Electronics adalah perusahaan penting yang sedang diperhatikan dunia,” tulisnya di media sosial.
Ia meminta pihak pekerja dan manajemen terus mengedepankan negosiasi demi menjaga kondisi ekonomi nasional.
Di tengah tekanan tersebut, Chairman Samsung Lee Jae-yong juga menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada pelanggan global.
Media Korea Selatan melaporkan Lee meminta maaf karena telah menimbulkan “kekhawatiran dan kecemasan” di tengah situasi yang berkembang. (nsp)