- REUTERS/Kylie Cooper
Kenapa Donald Trump Mau Tandatangani Kesepakatan Damai AS-Iran? Pengamat: Buat Dongkrak Popularitas
Isi Perjanjian AS-Iran
- Antara
Faisal membahas isi perjanjian kesepakatan damai kedua negara. Ia mengambil dari sisi sejumlah tuntutan maksimum yang dilayangkan Iran.
Poin yang menarik perhatian terkait biaya rekonstruksi perbaikan kerusakan akibat perang dan sebagainya. Kemudian, ia juga menyoroti tuntutan menghentikan perang di semua lini.
Menurutnya, tuntutan tersebut bukan hanya sekadar desakan. Iran dianggap sedang menguji AS apakah patuh atau melanggar ddari hasil kesepakatan tersebut.
"Iran ingin menguji kejujuran Amerika. Jadi, kalau mau serius jujur, mau berdamai, ya tuntut penuhi semua tuntutan saya, itu pertama," tuturnya.
Selain itu, kata dia, tuntutan tersebut memiliki makna yang mendalam. Ia berpendapat sejumlah poin yang dilayangkan bukti Iran sebagai contoh untuk dunia.
"Iran itu sekarang menjadi contoh bagaimana sebuah negara merdeka dan berdaulat tidak boleh tunduk dari kesewenang-wenangan dari negara yang kuat," bebernya.
Di sisi lain, Faisal mengatakan Iran sebagai korban kesewenangan AS dan Israel. Tuntutan maksimum tersebut juga bukti ingin mengambil hak mereka.
Tak ayal, Faisal membeberkan, hak Iran sudah dirampas saat berlangsungnya agresi militer. Bahkan Iran juga telah mengalami sanksi sejak tahun 90-an.
"Yang kedua, mereka minta sanksi dicabut karena mereka sudah dikenai sanksi dari tahun 1979, baik sanksi ekonomi dan militer," jelasnya.
Terlepas dari itu, Faisal menilai kesepakatan ini membuktikan pamor AS semakin merosot untuk dicap sebagai negara adidaya.
(hap)