- Antara
Baru Dua Hari Sepakati Gencatan Senjata, Israel Lagi-lagi Serang Lebanon
Jakarta, tvOnenews.com - Pesawat tempur Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan pada Minggu (28/6/2026), meski sebelumnya kedua pihak diketahui telah menyepakati kerangka gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Serangan terbaru itu dilaporkan menyasar wilayah Deir Seryan dan Taybeh di Lebanon selatan.
Mengutip laporan Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah, militer Israel juga disebut meledakkan bahan peledak serta membakar sejumlah rumah di kota Khiam.
Selain itu, sebuah pesawat nirawak atau drone dilaporkan terlihat terbang di wilayah pinggiran selatan Beirut.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa akibat serangan udara tersebut.
Serangan ini menjadi pelanggaran terbaru di tengah upaya gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Lebanon dan Israel.
Situasi memanas tersebut terjadi hanya dua hari setelah Beirut dan Tel Aviv menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Kesepakatan itu disebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh wilayah Lebanon. Proses penarikan dikabarkan akan dimulai dari dua wilayah percontohan yang hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Meski demikian, ketegangan di kawasan perbatasan masih terus berlangsung dengan adanya aktivitas militer dan serangan udara yang kembali terjadi.
Sejak 2 Maret 2026, serangan militer Israel di wilayah Lebanon dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 4.246 orang.
Selain itu, sebanyak 12.190 orang lainnya mengalami luka-luka dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat konflik yang berkepanjangan.
Data tersebut disampaikan Kementerian Kesehatan Lebanon di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia internasional terhadap situasi kemanusiaan di kawasan tersebut. (Ant)