- istimewa
Wapres AS: lebih banyak kapal minyak Akan melintasi Selat Hormuz
tvOnenews.com - Wakil Presiden Amerika Serikat mengungkapkan dalam beberapa hari AS mencatat volume pengiriman minyak yang melintasi Selat Hormuz lebih tinggi daripada sebelum konflik dengan Iran.
"Selat tersebut (Hormuz) tetap terbuka dalam arti bahwa lalu lintas minyak dapat melintas di sana. Kami justru melihat lebih banyak minyak yang keluar dari Selat Hormuz. Bahkan, pada hari-hari tertentu, jumlahnya melebihi volume daripada sebelum perang dimulai," kata Vance dalam wawancara bersama komentator politik Michael Knowles yang dirilis Selasa.
Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Konflik tersebut juga hampir menghentikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Pada Kamis dini hari (18/6), Iran dan AS menandatangani memorandum secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer tersebut.
Memorandum itu juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya dan bagi Iran untuk memulihkan pengiriman melalui Selat tersebut.(chm)