news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Papan reklame yang menampilkan mendiang mantan pemimpin Iran Ali Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei..
Sumber :
  • Antara

Kenapa Penerus Ali Khamenei Malah Absen di Pemakaman Sang Ayah? Intelijen AS Klaim Kondisi Fisik Mojtaba Khamenei Cacat Permanen

Kehadiran putra-putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari kedua prosesi pemakaman akbar di Teheran langsung menyedot perhatian ...
Senin, 6 Juli 2026 - 19:30 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Kehadiran putra-putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari kedua prosesi pemakaman akbar di Teheran langsung menyedot perhatian dunia.

Namun, di tengah kemunculan tiga putranya, publik justru dibuat bertanya-tanya lantaran belum ada tanda-tanda batang hidung dari sang penerus takhta sekaligus putra mahkota rezim Mojtaba Khamenei.

Stasiun televisi pemerintah Iran menyiarkan visual Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei yang tampak khusyuk memanjatkan doa di belakang barisan peti jenazah yang disemayamkan di halaman luas Kompleks Imam Khomeini Grand Mosalla, Teheran, akhir pekan kemarin.

Sosok Rolliansyah Soemirat yang mewakili Indonesia di Pemakaman Akbar Ayatollah Ali Khamenei di Iran
Sumber :
  • Istimewa via VIVA

Di dalam peti-peti tersebut, terbujur jasad Ali Khamenei, putrinya, menantu laki-laki, menantu perempuan, serta sang cucu yang baru berusia 14 bulan.

Satu keluarga besar ini tewas seketika akibat serangan udara brutal pada 28 Februari lalu, yang menandai pecahnya perang total antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Mengutip laporan Al Jazeera, Senin (6/7/2026), absennya Mojtaba Khamenei dalam ritual duka nasional ini diyakini kuat berkaitan dengan ancaman pembunuhan tingkat tinggi yang dilayangkan oleh Israel.

Sejak ditunjuk naik takhta menggantikan ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret lalu, Mojtaba tercatat sama sekali belum pernah tampil atau memberikan pernyataan langsung di depan publik demi alasan keselamatan nyawanya.

Bocoran Intelijen Barat: Diisukan Diamputasi dan Wajah Rusak Parah

Bukan sekadar faktor keamanan, misteri hilangnya Mojtaba diduga kuat berkaitan dengan kondisi kesehatannya yang hancur pasca-ledakan bom.

Melansir laporan Times, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth sempat mengklaim bahwa Mojtaba ikut terkena imbas ledakan yang menewaskan ayah, ibu, dan istrinya tersebut.

Hegseth menyebut Mojtaba menderita luka sangat serius yang memicu cacat permanen.

Ribuan pelayat menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran
Sumber :
  • Antara

Bak mengamini hal tersebut, Reuters pada April lalu juga merilis laporan medis rahasia yang menyatakan bahwa Mojtaba harus menjalani pemulihan intensif akibat luka bakar parah di bagian wajah dan kaki.

Bahkan, laporan itu mengklaim bahwa sang Pemimpin Tertinggi baru kemungkinan besar kehilangan salah satu kakinya akibat diamputasi.

Analis politik Hamidreza Mortazavi menilai kondisi fisik yang cacat inilah yang membuat Teheran menyembunyikan Mojtaba dari sorotan kamera.

"Dengan tidak tampil di depan umum, ia menghindari munculnya kesan bahwa dirinya berada dalam kondisi rentan atau lemah, di saat pemerintah Iran tengah mati-matian membangun citra ketangguhan, persatuan, dan kekuatan absolut di mata dunia," ulas Mortazavi.

Risiko pembunuhan juga menjadi pertimbangan yang sangat rasional.

Laporan The New York Times edisi 4 Juli menegaskan, para petinggi militer Iran sangat khawatir jika Mojtaba muncul di ruang terbuka, hal itu akan membuka celah emas bagi agen intelijen Mossad Israel untuk melakukan eksekusi lanjutan.

Ketegangan kian dipanaskan oleh komentar bernada ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ia secara blak-blakan menyindir kerentanan para elite Iran yang saat ini tengah berkumpul di satu titik pemakaman.

Iran menggelar salat jenazah akbar untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sumber :
  • Anadolu via Antara.

"Mereka semua ada di sana. Satu serangan saja dan kita bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukan itu," cetus Trump dalam wawancara eksklusif bersama Axios.

Situasi di Teheran sendiri kini berada di titik didih yang sangat rawan, meskipun saat ini gencatan senjata rapuh selama 60 hari tengah berjalan demi membuka kembali Selat Hormuz.

Wartawan The New York Times di lokasi melaporkan, lautan massa di Grand Mosalla seketika mengamuk dan meneriakkan slogan "Balas dendam, tidak ada kompromi, hancurkan Amerika!" setelah penyair nasional Mohammad Rasouli menyerukan kematian bagi Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Ini akan menjadi aib terbesar bagi kami jika kami tidak membunuh orang yang telah membunuhmu!" teriak Rasouli secara emosional di hadapan jenazah Ali Khamenei.

Dengan kondisi Mojtaba Khamenei yang masih misterius dan disembunyikan di bunker rahasia, fokus prosesi pemakaman 6 hari ini kini bergeser total.

Pemakaman ini tak lagi menjadi panggung transisi kekuasaan, melainkan berubah menjadi altar deklarasi perang dan sumpah balas dendam berdarah Iran terhadap poros Amerika-Israel.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:59
05:06
06:58
06:06
08:26
04:17

Viral