- Antara
IAEA Temukan Beberapa Ton Material Nuklir di Suriah, Damaskus Buka Akses Pemeriksaan
Langkah tersebut berbeda dengan situasi pada masa pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad. Saat itu, Suriah memang mengizinkan pemeriksa IAEA mengunjungi sejumlah lokasi, tetapi negara tersebut diyakini menjalankan program nuklir yang tidak dideklarasikan secara resmi.
Para diplomat senior Suriah juga menyatakan Damaskus masih memiliki minat untuk mengembangkan program nuklir bagi tujuan damai.
Pemerintah baru Suriah disebut berniat menempatkan seluruh material nuklir yang berada dalam penguasaannya di bawah pengamanan internasional.
Grossi menilai keputusan pemerintah Suriah untuk memberikan akses kepada pemeriksa IAEA memiliki arti penting dalam proses pengawasan material dan aktivitas nuklir di negara tersebut.
Dugaan Reaktor Nuklir di Deir al-Zor
Deir al-Zor menjadi salah satu lokasi yang telah lama menjadi perhatian IAEA. Di bawah pemerintahan Assad, Suriah diyakini pernah menjalankan program nuklir ekstensif yang tidak dilaporkan secara resmi kepada badan pengawas PBB.
Salah satu dugaan aktivitas tersebut berkaitan dengan pembangunan fasilitas yang disebut sebagai reaktor nuklir di wilayah Deir al-Zor. Fasilitas itu diduga dibangun dengan bantuan Korea Utara.
Keberadaan lokasi tersebut baru diketahui publik setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara pada 2007 yang menghancurkan fasilitas tersebut.
Setelah serangan itu, rezim Assad yang saat itu berkuasa kemudian meratakan lokasi tersebut. Pemerintah Suriah tidak pernah memberikan tanggapan menyeluruh terhadap pertanyaan IAEA mengenai fasilitas tersebut.
IAEA Temukan Jejak Uranium pada 2025
Pemeriksaan terkait aktivitas nuklir Suriah kembali berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, sebelum pemerintahan Assad digulingkan pada Desember tahun tersebut, pemeriksa IAEA mengambil sampel dari tiga lokasi di Suriah.
Hasil pemeriksaan kemudian menemukan adanya perkembangan penting. Pada 2025, IAEA menyatakan telah menemukan jejak uranium di salah satu lokasi yang sebelumnya menjadi tempat pengambilan sampel.
Temuan tersebut menjadi bagian dari upaya IAEA untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai aktivitas nuklir Suriah pada masa lalu.
Kini, di bawah pemerintahan baru Ahmed al-Sharaa, Damaskus menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan IAEA dan memberikan akses kepada para pemeriksa.