- ANTARA
AS Ancam China soal Kerjasa Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan setiap negara memiliki batas waktu yang telah ditetapkan untuk menghentikan aktivitas-aktivitas yang telah AS identifikasi.
"Jika mereka tidak mengambil tindakan, maka kami akan melakukannya secara sepihak melalui kewenangan Departemen Keuangan AS," kata Bessent.
Bessent juga menambahkan saat ini adalah saatnya bagi para pemimpin dunia untuk mengambil keputusan antara kemakmuran dan isolasi, perdamaian dan teror, serta Amerika dan Iran. Namun, pemerintahan Trump tidak mengungkapkan rincian upaya terbarunya untuk memberikan tekanan ekonomi.
"Kami tidak akan menyebut nama-nama tertentu," kata Bessent.
Selain mengumumkan kemungkinan sanksi sekunder, Bessent mengatakan bahwa AS telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi terhadap sekitar 60 entitas, individu, dan kapal di seluruh dunia karena memungkinkan rezim Iran memperoleh teknologi nuklir dan rudal ilegal, melakukan operasi siber, serta menghasilkan pendapatan dari minyak.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis (20/8) dan menyebutnya sebagai isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ancaman itu muncul di tengah upaya Presiden AS Donald Trump yang masih berusaha mencapai kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan dan hanya sebulan sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih.(ant)