- X @surajit_ghosh2
Korban Tewas Banjir Bandang dan Longsor Nepal-China Capai 157 Orang, Xi Jinping Desak Pencarian Korban Maksimal
tvOnenews.com - Wilayah perbatasan Nepal-China diterjang banjir bandang yang memicu tanah longsor dahsyat.
Bencana alam ini terjadi di pelabuhan perbatasan Gyirong di wilayah otonom Xizang, China Barat Daya, yang juga dikenal sebagai Tibet pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 08.30 pagi waktu setempat.
Presiden China, Xi Jinping memerintahkan upaya pencarian skala besar untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang hilang setelah terjadinya bencana tersebut.
Xi Jinping menyerukan upaya untuk mengevakuasi warga yang beresiko serta memberikan perawatan medis kepada korban yang terluka untuk meminimalkan korban jiwa.
Dilansir kantor berita Xinhua, presiden mengeluarkan instruksi tersebut setelah tanah longsor menyapu wilayah Nepal hingga menyebabkan korban jiwa dan sejumlah orang masih belum ditemukan di pelabuhan perbatasan Gyirong.
“Xi juga menekankan perlunya memperkuat pemantauan dan peringatan dini, memastikan operasi penyelamatan yang ilmiah dan mencegah bencana sekunder,” tulis laporan Xinhua.
- ANTARA
Selain itu, dirinya mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi skenario terburuk serta kondisi ekstrem.
Langkah pencegahan banjir dan topan harus diterapkan secara menyeluruh, diiringi peningkatan upaya mitigasi untuk mengidentifikasi serta meminimalisasi potensi risiko bencana.
“Ia menuntut tindakan tegas untuk mencegah bencana dan kecelakaan besar serta melindungi nyawa dan harta benda masyarakat,” tulis laporannya.
Sementara itu, Perdana Menteri Li Qiang juga menginstruksikan pihak terkait untuk segera memverifikasi jumlah korban hilang dan terdampak, serta mengoptimalkan seluruh upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan.
“Li juga menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara terkait, segera berbagi informasi, dan bekerja sama untuk menangani upaya penyelamatan dan bantuan dengan tepat,” tulis Xinhua.
Menurut laporan kantor berita Xinhua, saat ini terdapat 157 orang korban tewas dan 41 orang lainnya mengalami luka akibat banjir bandang.
Polisi mengatakan para korban luka saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Juru Bicara Dewan Pariwisata Nepal, Sunil Sharma mengatakan wisatawan asing hilang yang dapat dikonfirmasi berasal dari India, Australia, Belanda, Amerika Serikat, Malaysia, Inggris, dan Afrika Selatan.