- X @surajit_ghosh2
China Benarkan Reruntuhan Gletser di Nepal Jadi Pemicu Banjir Bandang Dahsyat hingga Tewaskan Ratusan Orang
Otoritas Nasional Pengurangan dan Mitigasi Risiko Bencana Nepal mengatakan ketinggian air di Sungai Bhotekoshi meningkat tajam dan memperingatkan kemungkinan terjadinya banjir tambahan.
Kendati demikian, Menteri Pendidikan Nepal Sasmita Pokharel mengatakan "tidak ada risiko besar dalam waktu dekat," menurut media Online Khabar.
Kementerian Luar Negeri Nepal di Kathmandu mengatakan 596 orang dari 33 negara masih dinyatakan hilang.
Sebanyak 127 warga negara Nepal lainnya juga masih belum diketahui keberadaannya, jelas Dewan Pariwisata Nepal.
China mengatakan 558 orang, termasuk 260 warga negara asing, dinyatakan hilang di Tibet ketika operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.
Data yang dibagikan pemerintah Nepal dan China menunjukkan sekitar 1.281 orang, termasuk 856 warga negara asing, masih belum ditemukan.
Lin mengatakan rincian mengenai warga negara asing yang masih hilang "sedang diverifikasi" dan Beijing "telah memberitahukan kedutaan negara-negara terkait."
Pemimpin Partai Komunis China yang berkuasa bertemu di Beijing, Jumat, dipimpin Presiden Xi menekankan agar "semua otoritas dan departemen terkait harus mengambil langkah tegas dan efektif untuk pekerjaan penyelamatan."
"China akan memberikan bantuan darurat ke wilayah yang terdampak bencana di Nepal dan melakukan kerja sama penyelamatan internasional," demikian pernyataan dalam pertemuan tersebut, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.
Lonjakan air pada Rabu menyebabkan banjir di Sungai Bhotekoshi di Rasuwa, Nepal bagian utara. Sementara itu, banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Timure dan Syaphrubesi, menyebabkan kerusakan luas sebelum air bah mengalir ke hilir menuju Sungai Trishuli. (ant)