- Antara
Trump dan Xi Jinping Tidak Bahas Isu Keamanan AI
tvOnenews.com - Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih pekan lalu, tidak banyak membicarakan mengenai masalah keamanan kecerdasan buatan (AI).
Trump, yang menentang seruan untuk memperlambat pengembangan AI, menyampaikan hal tersebut meski Amerika Serikat dan China menyatakan bahwa dimulainya dialog mengenai risiko dan manfaat teknologi tersebut merupakan salah satu hasil utama pertemuan kedua pemimpin pada Jumat lalu itu.
“Kami membicarakannya, tetapi tidak terlalu banyak karena saya tidak ingin melakukan apa pun. Kami memimpin, jadi mengapa saya harus melakukan sesuatu?” kata Trump dalam sebuah acara di Washington.
“Banyak orang mengatakan mari kita melakukannya bersama China, tetapi kemudian mereka akan dapat segera mengakses hal-hal yang kita tahu, dan mereka tak tahu,” ucapnya.
Setelah pertemuan di Gedung Putih dengan sekitar 20 pemimpin perusahaan AI dan teknologi besar Amerika Serikat di Gedung Putih pada Selasa, Trump kembali menyatakan keengganannya untuk mengatur pengembangan teknologi tersebut.
“Saya pikir saya melihat pengawasan mandiri yang luar biasa, dan mereka memahami bahwa mereka harus melakukan pengawasan mandiri,” kata Trump.
Trump mengatakan bahwa dirinya dan sejumlah peserta pertemuan telah menandatangani kesepakatan AI yang “mengikat secara moral”.
Kesepakatan yang diunggah Trump di media sosial tersebut menyatakan bahwa setiap perusahaan yang mengembangkan model AI terdepan harus menerapkan praktik keselamatan, termasuk pengendalian internal yang kuat untuk mencegah peretasan yang tidak disengaja dan risiko lainnya, serta bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan penilaian secara independen.
Pimpinan enam perusahaan --- Anthropic, Google, Meta, Nvidia, OpenAI, dan xAI --- menandatangani kesepakatan sukarela tersebut.
Kesepakatan itu juga menyatakan bahwa mereka akan bertemu secara berkala untuk mengembangkan standar dan praktik terbaik guna meningkatkan keamanan sistem AI mereka.
Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut tidak semuanya memiliki pandangan yang sama. CEO Anthropic Dario Amodei memperingatkan bahwa laju perkembangan AI perlu diperlambat di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat lepas dari kendali manusia.
Meski mengakui manfaat AI yang luar biasa, Amodei memperingatkan, “Saya pikir teknologi ini memiliki risiko yang sangat nyata, dan mekanisme untuk mengatasi risiko tersebut masih dalam pembahasan.”
Trump juga mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan pembentukan sebuah komite bersama perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengawasi keamanan perangkat AI.(chm)