- Gambar ilustrasi AI
Waspada, 33 Negara Imbau Warga Simpan Makanan dan Obat, Benarkah Dunia Bersiap Menghadapi Perang?
tvOnenews.com - Mengapa masyarakat di puluhan negara mulai diingatkan untuk menyiapkan makanan, air minum, dan obat-obatan di rumah?
Imbauan ini kembali menjadi perhatian ketika sejumlah pemerintah memperkuat panduan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan krisis. Warga diminta memiliki kebutuhan pokok yang cukup agar tetap dapat bertahan ketika layanan publik atau distribusi barang terganggu.
Sekilas, anjuran menyimpan persediaan untuk tiga hari hingga satu pekan mungkin terdengar seperti persiapan menghadapi perang.
Namun, ancaman yang diantisipasi pemerintah jauh lebih luas. Banjir, badai, gempa bumi, pemadaman listrik, gangguan pasokan air, hingga serangan siber dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan membuat kebutuhan dasar sulit diperoleh dalam waktu singkat.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan: apakah dunia sedang bersiap menghadapi perang besar, atau justru belajar mengantisipasi krisis yang semakin beragam? Berdasarkan pemetaan Newsweek, terdapat 33 negara dan wilayah yang memiliki panduan mengenai persediaan makanan atau perlengkapan darurat.
Meski demikian, daftar tersebut bukan berarti 33 negara secara bersamaan menetapkan status darurat atau memastikan perang akan segera terjadi.
Mengapa 33 Negara Mengimbau Warganya Menyiapkan Persediaan Darurat?
Imbauan kesiapsiagaan merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan langsung ketika keadaan darurat terjadi. Dalam situasi bencana, jaringan transportasi dapat terputus, toko tidak beroperasi, listrik padam, atau layanan air bersih mengalami gangguan.
Bantuan juga mungkin membutuhkan waktu untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak. Karena itu, persediaan mandiri menjadi penting untuk membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan dasar selama masa awal krisis.
Menurut Newsweek, Perancis dan Inggris termasuk negara yang kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menyiapkan perlengkapan darurat. Pada Selasa (27/10/2026), pemerintah wilayah Normandia di Perancis menyampaikan imbauan melalui media sosial.
"Jangan menunggu keadaan darurat terjadi. Bersiaplah sekarang!" demikian pernyataan pemerintah wilayah tersebut.
Di Perancis, masyarakat dianjurkan memiliki perlengkapan yang cukup untuk bertahan selama 72 jam. Panduan pemerintah setempat menyebutkan bahwa tiga hari pertama setelah bencana besar dapat menjadi periode sulit karena pasokan listrik, gas, air, serta akses jalan berpotensi terganggu.