news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

500 Hari Perang Rusia-Ukraina belum ada tanda tanda bakal berakhir.
Sumber :
  • Antara

Kronologi WNI Asal Surabaya Jadi Tentara Rusia Tewas di Medan Perang Ukraina

Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Surabaya, Taufiq Muhammad dilaporkan tewas setelah bergabung tentara militer bayaran Rusia saat perang lawan Ukraina.
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar kurang sedap datang dari seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Taufiq Muhammad. Pria berusia 48 tahun tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah bergabung dengan tentara militer Rusia dan dikirim ke medan pertempuran melawan Ukraina.

Taufiq diduga menjadi korban perekrutan tentara bayaran yang dilakukan Rusia dengan memanfaatkan tawaran pekerjaan bergaji besar. Sebelum terlibat dalam perang, pria yang diketahui tinggal di Surabaya, Jawa Timur, itu disebut tidak memiliki pengalaman sebagai anggota militer.

Informasi mengenai kematian Taufiq diungkapkan Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (Defence Intelligence of Ukraine/DIU) melalui situs resminya pada Senin (26/10/2026).

Dalam keterangannya, DIU menyebut Taufiq sebagai salah satu warga negara asing (WNA) yang bergabung dengan pasukan Rusia dan akhirnya tewas di wilayah Ukraina.

"Badan Intelijen Pertahanan Ukraina telah mengidentifikasi seorang tentara bayaran asing lainnya yang bertempur bersama pasukan pendudukan Rusia dan tewas di Ukraina. Warga Negara Indonesia bernama Taufiq Muhammad yang lahir pada 22 Mei 1978 di kota Sorong," demikian keterangan tertulis DIU.

Pekerjaan WNI Asal Surabaya Sebelum Jadi Tentara Bayaran Rusia

Berdasarkan informasi yang disampaikan lembaga tersebut, Taufiq sebelumnya menjalani sejumlah pekerjaan berbeda. Ia pernah menjadi sopir taksi di Jakarta hingga dipercaya sebagai manajer perusahaan yang bergerak di bidang pertanian.

Selain itu, Taufiq juga mempunyai pengalaman bekerja di Amerika Serikat. Kemampuan berbahasa Inggris yang dimilikinya diduga menjadi salah satu bekal ketika mencari kesempatan kerja di luar negeri.

DIU menduga awal mula keterlibatan Taufiq dalam militer Rusia berawal dari pencarian pekerjaan. Ia disebut mengirimkan riwayat hidup atau resume untuk merespons sebuah tawaran lowongan kerja.

Namun, kesempatan tersebut justru diduga menjadi pintu masuk perekrut Rusia untuk membawanya ke Moskow.

"Perekrut Rusia menemukan Taufiq melalui resume yang dia kirimkan sebagai tanggapan atas tawaran pekerjaan. Dia kemungkinan besar percaya pada janji 'uang mudah' dan pergi ke Moskow," tulis DIU.

"Pada kenyataannya, dia menjadi korban lain dari skema penipuan Rusia untuk merekrut orang asing untuk perang kriminalnya," sambung DIU.

Kronologi Taufiq Direkrut hingga Tewas di Ukraina

Perjalanan Taufiq menjadi tentara bayaran Rusia berlanjut ketika ia menandatangani kontrak militer pada 19 April 2026. Penandatanganan dokumen tersebut berlangsung di Korolyov, sebuah kota yang berada tidak jauh dari Moskow.

Menurut DIU, kontrak itu memiliki masa berlaku selama satu tahun. Ketentuan tersebut disebut sebagai aturan yang lazim diterapkan Rusia terhadap WNA yang direkrut untuk menjalankan tugas infanteri dengan tingkat risiko tinggi.

Setelah resmi bergabung, Taufiq mendapatkan penugasan sebagai penembak senapan mesin. Ia kemudian dibawa menuju sebuah pusat pelatihan militer yang berada di sekitar Voronezh.

Akan tetapi, waktu persiapannya sebelum diterjunkan ke medan perang terbilang singkat. DIU menyebut Taufiq hanya menjalani pelatihan selama kurang lebih satu setengah minggu.

Memasuki awal Mei 2026, ia sudah dikirim ke wilayah Ukraina yang saat itu berada di bawah pendudukan Rusia.

Dikirim ke Donetsk

Taufiq selanjutnya ditempatkan di Donetsk, kawasan Donbas yang menjadi salah satu titik pertempuran sengit antara Rusia dan Ukraina.

Nasib tragis menimpanya ketika pasukan Rusia berupaya melakukan pergerakan dari permukiman Zelena Dolyna menuju desa Novoselivka dan Drobysheve.

Menurut laporan DIU, Taufiq tidak berhasil bertahan dalam pertempuran pertamanya. Ia dilaporkan meninggal dunia hampir seketika ketika pasukan Rusia berusaha melanjutkan pergerakan di wilayah tersebut.

"Taufiq meninggal hampir seketika selama pertempuran pertamanya tersebut. Ini terjadi ketika pasukan Rusia berusaha maju dari pemukiman Zelena Dolyna di wilayah Donetsk menuju Novoselivka dan Drobysheve," tulis DIU.

Meski telah mengungkap kronologi keterlibatan Taufiq, DIU tidak menyampaikan secara terperinci tanggal pasti kematian pria asal Indonesia tersebut.

Kemlu RI Desak Rusia Tidak Rekrut WNI sebagia Tentara Bayaran

Kabar ini mengundang reaksi tegas dari Pemerintah Indonesia. Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Indonesia telah berkomunikasi secara diplomatik dengan Pemerintah Rusia.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang mewakili Pemerintah Indonesia mendesak agar Rusia tidak lagi menerima rekrutan WNI sebagai tentara bayaran.

"Pemerintah Republik Indonesia telah menyampaikan permintaan resmi melalui jalur diplomatik kepada Pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apa pun," ujar Yvonne.

Menurut penilaian Yvonne, langkah diplomatik sangat penting agar tidak terindikasi terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dalam hal ini, pemerintah Indonesia berharap Rusia tidak menerima WNI sebagai masyarakat untuk menjadi prajurit peperangan dengan Ukraina.

"Pemerintah RI juga telah meminta agar Indonesia dimasukkan ke dalam daftar negara yang warga negaranya dikecualikan dari perekrutan militer Rusia melalui jalur apapun, dengan penerapan secara efektif dan segera," katanya.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral