- REUTERS/Brian Snyder
Siapa Abdul El-Sayed? Senator Muslim Pertama Amerika Serikat dari Michigan
tvOnenews.com — Kemenangan tokoh Muslim dalam panggung politik Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Setelah Zohran Mamdani di pemilihan wali kota New York pada 2025, kini giliran Abdul El-Sayed yang mencetak sejarah di tingkat federal.
Politikus Partai Demokrat tersebut berhasil memenangkan pemilihan Senat Amerika Serikat dari negara bagian Michigan pada 3 November 2026 silam.
Keunggulan ini menjadikan Abdul El-Sayed sebagai Muslim pertama sepanjang sejarah yang terpilih menjadi anggota Senat AS.
Lantas, siapa sebenarnya Abdul El-Sayed dan bagaimana perjalanan politiknya hingga berhasil memenangkan pemilihan Senat AS?
Profil Abdul El-Sayed
- REUTERS/Brian Snyder
Abdul El-Sayed merupakan politikus AS keturunan Mesir dari Partai Demokrat sekaligus mantan pejabat kesehatan masyarakat yang berasal dari Michigan.
Pria kelahiran 1984 tersebut tumbuh di kawasan metropolitan Detroit, Michigan, dalam keluarga imigran yang mendorongnya untuk mengutamakan pendidikan.
El-Sayed menempuh pendidikan tinggi di University of Michigan dan lulus dengan predikat terbaik pada 2007. Setelah itu, ia mendapatkan beasiswa Rhodes untuk melanjutkan pendidikan doktoral di University of Oxford, Inggris.
Tidak berhenti di situ, El-Sayed juga memperoleh gelar kedokteran dari Columbia University pada 2014. Dari sini, dia mendapat jabatan Direktur Departemen Kesehatan Detroit tahun 2015.
Suami dari Sarah Jukaku itu kemudian menjabat sebagai Direktur Departemen Kesehatan, Layanan Kemanusiaan dan Veteran Wayne County sejak 2022 hingga 2025.
Perjalanan Politik Abdul El-Sayed
- REUTERS/Rebecca Cook
Perjalanan politik El-Sayed sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum pemilihan Senat AS 2026. Pada 2018, ia pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Michigan melalui Partai Demokrat.
Saat itu, El-Sayed mengusung sejumlah agenda progresif, termasuk memperluas akses layanan kesehatan dan mengurangi pengaruh perusahaan besar dalam kebijakan pemerintah.
Akan tetapi, langkahnya terhenti setelah kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dari Gretchen Whitmer, yang kemudian berhasil memenangkan pemilihan gubernur.
Kekalahan tersebut tidak membuatnya gentar. El-Sayed tetap aktif menyuarakan berbagai persoalan publik, khususnya mengenai ketimpangan ekonomi, kesehatan dan kebijakan pemerintah.
Pada 2026, ia kembali mencoba peruntungan politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota Senat AS dari Michigan.
Dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Agustus 2026, El-Sayed berhasil mengalahkan Haley Stevens, anggota Kongres AS yang mendapat dukungan dari sejumlah elite partai.
Kemenangan itu menjadi modal penting untuk menghadapi kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan umum pada November.
Persaingan keduanya berlangsung sengit. El-Sayed bahkan menghadapi berbagai serangan politik yang menyinggung latar belakang agama dan pandangan politiknya.
Meski demikian, ia berhasil memenangkan pemilihan tersebut berdasarkan proyeksi hasil pemilu yang dilaporkan sejumlah media internasional pada 4 November 2026.
Faktor Kemenangan Abdul El-Sayed
- REUTERS/Brian Snyder
Salah satunya adalah pendekatan kampanye Abdul El-Sayed yang berfokus pada persoalan kehidupan sehari-hari masyarakat seperti isu biaya hidup, layanan kesehatan, harga kebutuhan pokok hingga pengaruh perusahaan besar dalam pemerintahan.
El-Sayed menawarkan gagasan perluasan layanan kesehatan universal melalui program Medicare for All. Ia juga mendorong kebijakan yang dapat meringankan beban ekonomi masyarakat kelas pekerja.
Selain itu, ia dikenal kritis terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya terkait dukungan Washington terhadap Israel dalam konflik di Gaza.
Pandangan tersebut membuatnya memperoleh dukungan dari sejumlah kelompok progresif dan pemilih yang menginginkan perubahan kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Faktor lainnya adalah dukungan dari komunitas Arab-Amerika dan Muslim di Michigan, terutama di kawasan Dearborn dan sekitarnya..Michigan sendiri merupakan salah satu negara bagian yang memiliki komunitas Arab-Amerika cukup besar.
Karena itu, isu identitas, kebijakan luar negeri dan representasi politik menjadi bagian penting dalam persaingan pemilu di wilayah tersebut.