news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Sumber :
  • Antara

Presiden Erdogan Serukan Reformasi Total PBB Usai Nilai Arsitektur Global Gagal Total

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritik tajam terhadap tatanan geopolitik global saat menyampaikan pidato utama dalam Forum TRT World di Istanb
Minggu, 8 November 2026 - 02:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com, Istanbul – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritik tajam terhadap tatanan geopolitik global saat menyampaikan pidato utama dalam Forum TRT World di Istanbul, Jumat (6/11/2026).

Erdogan secara terbuka menyatakan bahwa sistem keamanan internasional yang dibentuk sejak 81 tahun lalu telah runtuh total, dengan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza serta ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran sebagai bukti paling nyata.

"Kita sedang melalui masa yang menyakitkan, ketika persaingan untuk memperluas pengaruh semakin sengit, sementara nilai-nilai secara bertahap kehilangan pijakannya. Dunia lama sedang sekarat, sementara dunia baru berjuang untuk dilahirkan," ujar Erdogan.

Presiden Turki Tayyip Erdogan bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Sumber :
  • Reuters

Ia menegaskan bahwa arsitektur global pasca-Perang Dunia II telah gagal menjalankan fungsinya menjaga perdamaian, di mana jutaan manusia terus menderita di tengah kelaparan, kemiskinan, serta kekerasan yang dibiarkan menjadi hal lumrah.

Dalam pidatonya, Erdogan menyoroti kondisi memprihatinkan di Jalur Gaza yang hancur lebur menjadi puing-puing, di mana warga sipil harus berjuang bertahan hidup di antara reruntuhan rumah mereka sendiri di tengah ketatnya pembatasan akses bantuan kemanusiaan.

Selain itu, dinamika konfrontasi yang berulang antara Amerika Serikat dan Iran turut mempertegas rapuhnya stabilitas keamanan regional akibat tidak berdayanya lembaga multilateral dunia.

Konsisten dengan seruannya dalam beberapa tahun terakhir, Erdogan kembali mendesak reformasi mendasar terhadap struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia mengecam hak istimewa berupa hak veto yang dipegang oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB karena menutup ruang negara lain dalam menentukan arah kebijakan global.

Sebagai solusi konkret, Ankara mengusulkan tiga poin perubahan radikal:

- Penghapusan Hak Veto: Agar pengambilan keputusan lebih demokratis dan adil.

- Penguatan Majelis Umum PBB: Mengembalikan kedaulatan representasi seluruh negara anggota.

- Sistem Pemilihan Anggota DK PBB: Menerapkan masa jabatan terbatas melalui mekanisme pemilihan terbuka bagi seluruh negara anggota.

"Ketika kekerasan dan ketidakadilan menjadi hal yang lumrah, semakin sedikit pihak yang mendukung perdamaian," pungkas Erdogan menegaskan urgensi perubahan tatanan dunia internasional.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral