- Kolase tim tvOnenews.com
Janji Sesama Lelaki, Nasihat Freddy Budiman Kepada Sang Anak Terngiang Sepanjang Masa, Ini Pesannya
Diketahui, sebelum dieksekusi Freddy Budiman sempat meminta untuk bertemu dengan anggota keluarganya. Fikri mengungkapkan saat ditemui, sang ayah tak menunjukkan raut wajah yang sedih. Dia justru bersenda gurau.
“Pokoknya masih bercanda kaya gitu, kaya bukan orang mau dieksekusi mati gitu, lho. Orang mau meninggal kan gimana sih rasanya kalau kita bayangin itu. Gue ngeliat sendiri kalau dia itu gak ada rasa kesedihan. Bener-bener masih bercanda aja itu,” kata Fikri Budiman.
Fikri lalu bercerita bahwa sang ayah, Freddy Budiman sempat menyampaikan wejangan alias pesan yang selalu diingat dirinya saat menghadapi masa sulit.
“Hal yang membuat gua kuat sampai sekarang, pesan papa waktu itu adalah: dedek boleh sekarang nangis sebanyak-banyaknya,” ungkap Fikri Budiman.
“Keluarin aja semua tangisan, semua kesedihan dedek keluarin sekarang, setelah papa udah gak ada, setelah dedek keluar dari lapas ini, dedek udah gak boleh lagi nangis,” sambungnya.
Fikri yang kerap dipanggil ‘dedek’ mengingat betul pesan Freddy Budiman untuk menjadi laki-laki yang kuat.
“Dedek harus jadi laki-laki yang kuat, jadi laki-laki yang punya mental yang kuat dan bisa berjuang di kehidupan ini,” ujar Fikri.
Penyesalan Freddy Budiman, Tak Ingin Sang Anak Ikuti Jejaknya
Potret Freddy Budiman dan Anaknya, Fikri Budiman. (Kolase tvOnenews)
Freddy Budiman berujung di tahan di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dilansir dari wawancara eksklusif Program Telusur yang diunggah kanal Youtube tvOne, Freddy Budiman mengakui penyesalannya telah menjadi gembong narkoba.
Bahkan, dirinya sempat berpikir untuk melakukan bunuh diri.
"Kalau saya tersiksa sih tidak begitu juga, yang saya harapkan dari Lapas Batu saya hanya dimanusiakan disitu," kata Freddy Budiman.
"Setelah masa orientasi saya jalani, masalah pelanggaran saya jalani F1,F2. Saya minta keadilan juga waktu di lapas batu," lanjutnya.
Freddy Budiman mengungkapkan dirinya mendapatkan keamanan yang super ketat. Dia hanya diberikan selembar baju dan celana, serta tidak diperbolehkan bertemu dengan siapa pun.
"Hanya selembar baju, selembar celana. Itu selama 20 harian saya jalan. Saat itu saya sendirian dan pintu yang berlapis-lapis ya, tanpa dipertemukan sama orang, siapapun. Sampai keluarga saya juga berkunjung tidak bisa bertemu," ungkapnya.