- VIVA/M Ali Wafa
Kisah dr Sumy Hastry Purwanti yang Didatangi Korban Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Jakarta, tvOnenews.com - Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti mengungkap misteri pembunuhan ibu dan anak di Subang masih juga belum menemui titik terang dan juga terungkap, Selasa (14/3/2023).
Sebelumnya, warga Subang digegerkan atas penemuan mayat ibu dan anak, di dalam bagasi mobil Alphard mereka di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Sabu, pada Rabu 18 Agustus 2021.
Penyilidikan kasus pembunuhan Ibu dan anak yang bernama Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) telah berkutat dalam pemeriksaan DNA selama satu setengah tahun.
Kasus pembunuhan ibu dan anak ini pun telah diambil alih oleh Polda Jabar sejak 15 November 2021.
Selain itu, kasus ini juga ditangani oleh seorang Polwan Ahli Forensik pertama di Asia Kombes. Pol Sumy Hastry Purwanti.
Di mana sebelumnya Sumi Hastry Purwanti pernah diwawancarai pesulap tersohor Indonesia, Denny Darko.
Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti. (Tim tvOne/Didit Cordiaz).
Dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, dr Sumy Hastry Purwanti mengungkapkan tentang perkembangan kasus tersebut yang hingga kini belum ada titik terang.
"Kami telah melakukan kembali olah TKP terhadap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang," ujarnya.
Hal itu berawal dari pertanyaan dari netizen yang dibacakan oleh Denny Darko.
Menyoal tentang menelusuri rumah korban yang mungkin masih tersisa DNA yang bisa membantu mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
"Kan kita olah TKP lagi dan kita ngambil sampel-sampel DNA. Dari properti di TKP, kan itu termasuk darah, rambut, mungkin bekas sidik jari atau benda lain yang diduga DNA dari pelaku-pelaku itu," ungkap Dokter Harty yang dilansir dari tayangan Youtube Denny Darko.
Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti bersama Magician, Denny Darko. (Instagram @_dennydarko_)
Di Kepolisian pun telah banyak DNA tepatnya di Puslabfor Polri.
"Kita usahakan dapat dan Puslabfor itu di kepolisian sudah banyak kan DNA, makanya kemarin kita tinggal petakan kira-kira," sambungnya.
"Kayak main puzzle, DNA-nya korban dimana saja. DNA-nya pelaku dimana saja. Itu ketemu nggak, terus nanti dicocokkan, memang ada tidak saat kejadian.