news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI Joko Widodo bersiap melakukan perjalanan menuju Amerika Serikat (AS), Minggu (12/11/2023), usai menghadiri (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi..
Sumber :
  • (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden).

Presiden Jokowi Bertolak ke AS Bertemu Joe Biden Usai Hadiri KTT Luar Biasa OKI, Konflik Palestina akan Jadi Pembahasan

Presiden Jokowi bertolak menuju Amerika Serikat (AS), Minggu (12/11/2023) dari dari Bandara Internasional King Khalid, Riyad Arab Saudi
Minggu, 12 November 2023 - 15:17 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertolak menuju Amerika Serikat (AS), Minggu (12/11/2023) dari dari Bandara Internasional King Khalid, Riyad Arab Saudi.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Lalu Muhammad Iqbal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan  bertemua dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. kata dia, melansir dari keterangan resmi, Jumat (10/11/2023).

Lalu menambahkan, dalam pertemuan bersama Joe Biden, Presiden Jokowi akan menyampaikan situasi Gaza yang sangat memprihatinkan.

“Presiden Jokowi akan sampaikan posisi Indonesia mengenai situasi di Gaza kepada Presiden Joe Biden,” 

Pertemuan Jokowi dan Joe Biden dijadwalkan bertemu di Washington DC pada tanggal 13 November 2023.
 

Sebelum bertolak ke AS, Presiden Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi.

Keberangkatan Presiden Jokowi dilepas Wakil Gubernur Riyadh Amir Mohammad bin Abdurrahman, Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi, dan Atase Pertahanan KBRI Riyadh Brigjen TNI Putut Witjaksono.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam keterangan persnya di Riyadh pada Sabtu (11/11/2023) mengatakan KTT telah menghasilkan resolusi yang berisi 31 keputusan dengan pesan-pesan yang sangat kuat dan sangat keras atas situasi kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Resolusi tersebut juga menunjukkan kesatuan posisi OKI terhadap situasi Gaza yang sangat memprihatinkan, kata Retno menambahkan.

Beberapa isi keputusan antara lain mengecam agresi Israel di Gaza, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bertindak menghasilkan resolusi sehingga kekejaman dapat segera diakhiri, bantuan dapat masuk, dan pentingnya mematuhi hukum internasional.

Khusus untuk paragraf 11 di dalam resolusi, kata Retno, para pemimpin memberikan mandat kepada Menlu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, Turki, Indonesia, dan Nigeria untuk memulai tindakan atas nama OKI dan Liga Arab untuk menghentikan perang di Gaza dan memulai proses politik untuk mencapai perdamaian.

"Paragraf 11 ini merupakan pengakuan dari OKI terhadap keaktifan atau kontribusi aktif Indonesia dalam terus mencoba menyelesaikan masalah Palestina, terutama terakhir-terakhir ini adalah situasi di Gaza," ujarnya.

Retno menambahkan, KTT Luar Biasa OKI sangat penting untuk menunjukkan soliditas negara-negara OKI dan untuk menemukan upaya tambahan agar kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina dapat segera dihentikan.

"Dalam pernyataan nasionalnya, Bapak Presiden antara lain menyampaikan bahwa OKI harus bersatu dan berada di depan untuk penyelesaian situasi di Gaza," ujarnya.

Selain menghadiri KTT Luar Biasa OKI, Presiden Jokowi juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Riyadh. (ant/mii)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
08:52
02:17
01:33
03:09
04:51

Viral