news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Maruarar Sirait (kiri) dan Jokowi (kanan).
Sumber :
  • Istimewa

Terungkap, Maruarar Sirait Beberkan Semua Unek-unek Keluar dari PDIP, Siapa Sangka Dia Mengeluhkan soal...

Maruarar Sirait resmi keluar dari PDIP, namun demikian keputusannya itu terbilang cukup mendadak karena tak banyak orang mengetahui desas-desus kabar tersebut.
Selasa, 16 Januari 2024 - 15:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Maruarar Sirait resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keputusannya itu terbilang cukup mendadak karena tak banyak orang mengetahui desas-desus kabar tersebut.

Pria yang kerap disapa Ara ini mulai bergabung dengan PDIP sejak tahun 1999. Itu artinya genap 25 tahun, pria kelahiran Kota Medan, 23 September 1969 ini bersama-sama dengan Partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut sebagai kendaraan politiknya.

Keputusan putra dari salah satu pendiri PDIP Sabam Sirait itu final karena sudah melalui berkontemplasi, berintropeksi, berdoa, berkonsultasi dengan keluarga, serta semua teman terdekatnya.

Ara berterima kasih kepada Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto karena selama ini bisa berbakti dan mengabdi di bidang politik melalui PDIP.

Berikut Pernyataan Lengkap Maruarar Sirait Keluar dari PDIP:

Yang terhormat Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Mas Hasto, saya berterima kasih selama ini untuk bisa berbakti dan mengabdi di bidang politik melalui PDI Perjuangan. Tentu cukup banyak suka-duka yang kita lalui bersama.

Beberapa waktu ini, saya mengambil waktu cukup lama untuk berkontemplasi, berintropeksi dan berdoa, juga berkonsultasi dengan keluarga serta teman terdekat, baik di PDI Perjuangan maupun di eksternal.

Izinkahlah hari ini, saya pamit dari PDI Perjuangan. Saya juga mengucapkan permohonan maaf, kalau selama ini ada banyak kekurangan yang saya lakukan selama di PDI Perjuangan.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada sahabat Mas Rudy di Solo, Mas Bambang DH di Surabaya, Om Rahmat di NTB, Mas Soeryo di Kepri, Alex di Sumbar dan Kang Rudy Harsa, Andre Pareira, dan adek saya Ono di Jabar. Juga sahabat yang di DPP, yang selama ini banyak berdiskusi, Bang Komaruddin dan Mbak Ning yang lama berjuang bersama, Om Mindo dan Pak Rudianto Tjen. Juga kepada sahabat saya di TMP, yang sejak 2008 s/d 2023 kita bersama.

Generasi pertama Mas Utut, Lae Sukur, Teh Rieke, Bang Efendi Sianipar, Basar, Agung Rai, Indah, Vanda, dan Asdy. Kemudian generasi kedua (TMP) Nico Siahaan dari Bandung, Charles Honoris dari Jakarta, juga Marinus Gea dari Tangerang. Juga junior-junior saya dari Jawa Barat Niko, Joko, Sabungan, Samuel, Ibu Enie dan Nyumarno dan Kepler. Seno dan Hadre dari Surabaya. Dari Jakarta ada Brando, Bobi, Charles, Ime, Andi, Evan, Renaldo dan Niko. Juga sahabat saya Restu, Denny, Bung Edo Kondologit, Dadang, Egi dan Maya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:28
04:36
01:10
02:37
07:46
03:48

Viral