- Tangkapan Layar di Media Sosial LinkedIn
Viral Percakapan Oknum HR Cabul Terhadap Perempuan Pencaker di LinkedIn, Terduga Pelaku: Ukuran Dada Ibu Berapa Ya?
Jakarta, tvOnenews.com - Viral dugaan pelecehan seksual oknum HR atau pewawancara terhadap seorang perempuan pencari kerja (pencaker) di media sosial LinkedIn.
Kasus itu viral di LinkedIn usai korban berinisial DF membagikan isi percakapan dirinya dengan terduga pelaku, RC yang merupakan oknum HR sekitar tiga hari yang lalu.
Isi percakapan itu korban bagikan di akun media sosial LinkedIn. Korban awalnya ditawari pekerjaan sebagai sekretaris sebuah perusahaan oleh RC melalui aplikasi WhatsApp (WA).
Berdasarkan tangkapan layar isi percakapan DF dan RC yang beredar, RC tampak mengirim foto seorang wanita yang katanya eks sekretaris di perusahaan yang ditawari kepada DF. Menurut RC, pihaknya mencari sosok sekretaris perusahaan yang cantik dan sexy seperti sekretaris sebelumnya itu.
Selanjutnya, RC tampak memuji DF memiliki wajah cantik. RC kemudian makin berani menanyakan hal tak senonoh kepada DF.
"Bu kan juga cantik tadi saya lihat," kata RC.
"Kalo ukuran dada bu berapa ya?," tanya RC kepada DF.
"Karena yang sebelumnya, kecil-kecil sih bu," sambung RC.
DF pun tidak banyak merespons pertanyaan RC. "Waduh," jawab DF.
RC kemudian mengaku sulit mencari sosok sekretaris sesuai kriteria yang diinginkan.
"Cuma kriteria sexy ini yang agak sulit dicarinya bu," kata RC.
"Sebelumnya ada beberapa saya ajukan, bapak itu gak cocok, saya yang kena marah bu," sambung RC.
RC lalu menyampaikan bahwa DF hampir sesuai kriteria sekretaris yang diinginkan.
Pertanyaan RC kemudian makin cabul. "Maaf tanyanya agak sensitive ya, itu dada bu gede asli?," tanya RC.
DF yang merasa pertanyaan RC sudah menjurus hal sensitif pun akhirnya menyatakan tidak bersedia melanjutkan proses seleksi kerja tersebut.
"Sekretaris profesional bisa jujur untuk urusan pekerjaan, namun, untuk hal pribadi kayaknya sensitif pak, maaf," kata DF.
Meski DF sudah tak bersedia melanjutkan proses seleksi, aksi RC dalam percakapan itu makin cabul. RC malah meminta DF memfoto diri hanya pakai bra saja.
Permintaan itu pun langsung ditolak DF. Kemudian, dalam percakapan itu, DF tampak ingin segera mengakhiri percakapan tersebut.
Kepada RC, DF menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melanjutkan proses seleksi.
Namun, RC malah tidak terima dengan mundurnya DF dari proses seleksi.
"Saya sudah panjang proses bu, dan saya sudah bilang ada dua kandidat, kenapa bu tiba-tiba mundur begitu saja," kata RC.
Pernyataan RC itu sama sekali tidak direspons DF.
Namun, RC malah kembali menghubungu DF melalui kolom pesan di media sosial LinkedIn. RC mengaku tidak suka DF mundur dari proses seleksi.
"Bu kok gitu sih, gak suka saya caranya," kata DF.
"Maksudnya pak? saya tidak lanjut seleksi pak, maaf," jawab DF.
Percakapan itu terus berlangsung hingga akhirnya RC mengancam DF akan melapor JR perusahaan lain untuk mem-blacklist DF.
Diduga korban aksi RC itu lebih dari satu orang. Dalam kolom komentar postingan DF tersebut, tampak bermunculan korban-korban RC lainnya yang menceritakan pengalaman buruknya.
RC Diduga Pegawai Anak Perusahaan Pertamina dan Telah Dibebastugaskan
Manager of Corporate Communications Elnusa, Jayanty Oktavia Maulina angkat bicara soal kasus viral tersebut.
Jayanty mengatakan, RC tidak bertugas dalam hal proses rekrutmen karyawan di Elnusa.
"Kami tidak mengetahui perihal rekrutmen yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Rekrutmen apa pun yang ditawarkan yang bersangkutan kepada para pelapor di luar sepengetahuan perusahaan, karena yang bersangkutan tidak memiliki wewenang apapun terkait dengan rekrutmen," kata Jayanty.
Kini, lanjut Jayanty, pihaknya telah membebastugaskan RC sebagai pegawai Elnusa.
"Yang bersangkutan saat ini telah dibebastugaskan dan menjalani proses investigasi untuk pemberian sanksi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," ujar Jayanty. (dpi)