- Antara
Fakta Terbaru Kecelakaan Maut di Subang: Usia Bus 18 Tahun, Bekas Bus Antar Kota
Jakarta, tvOnenews.com - Peristiwa kecelakaan bus yang membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok saat melintas dari arah Bandung menuju Subang.
Kemudian ketika melewati jalan menurun, bus itu secara tiba-tiba oleng ke kanan hingga menyeberangi jalur berlawanan sampai menabrak kendaraan minibus jenis Feroza nopol D 1455 VCD.
Setelah menabrak kendaraan yang ada di jalur berlawanan itu, lalu bus terguling dengan kondisi miring, posisi ban kiri berada di atas, sampai tergelincir hingga menghantam tiga sepeda motor yang terparkir di bahu jalan.
Di saat tergelincir di jalan yang kondisinya menurun, bus itu terhenti setelah menghantam tiang listrik yang ada di bahu jalan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan menyoroti kondisi Bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD 7524 OG, yang terguling di Jalan Raya Kampung Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Bus itu mengangkut lima puluhan lebih penumpang yang diisi pihak sekolah SMK Lingga Kencana Depok termasuk murid. Saat kecelakaan maut terjadi, 11 orang tewas. Sembilan merupakan murid dan seorang lagi adalah guru. Sementara satunya merupakan pemotor.
Hasil penelusuran, Bus Trans Putra Fajar AD-7524-OG ini tidak terdaftar dan KIR-nya berdomisili di Banyuretno Wonogiri. Sepertinya, sudah dijual dan dijadikan bus pariwisata dan umurnya diperkirakan sudah 18 tahun.
Kata Aan pada Minggu (12/5/2024), hasil sementara dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya tidak menemukan jejak rem di lokasi kecelakaan
Aan menduga, insiden itu diakibatkan oleh kegagalan pada fungsi rem dari bus sehingga oleng ke kanan hingga menabrak kendaraan mobil dari arah berlawanan.
Menurut dia, tidak adanya jejak rem bus yang terguling tersebut harus diselidiki lebih lanjut. Selain rem blong, ada kemungkinan pengemudi panik saat peristiwa maut itu terjadi.
Sedangkan, Keluarga korban kecelakaan maut di jalan turunan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi bus yang digunakan mengangkut rombongan study tour siswa SMK Lingga Kencana, Depok, tak terawat.
"Faktor utama memang saya lihat mobilnya sudah tua banget dan kurang perawatan," ungkap paman korban Robiatul Adawiyah, Robby Kurnia Akbar usai memakamkan keponakannya di Tempat Pemakaman Umat Islam (TPUI), Kota Depok, Minggu.