news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengakuan Mama Ghufron Bikin Gaduh Bisa Bahasa Semut hingga Malaikat, Kiai Sumarno: Jangan Dibilang Sesat Dulu, Ini Penyimpangan.
Sumber :
  • istimewa

Pengakuan Mama Ghufron Bikin Gaduh Bisa Bahasa Semut hingga Malaikat, Kiai Sumarno: Jangan Dibilang Sesat Dulu, Ini...

Sosok Mama Ghufron terus menjadi perbincangan hangat netizen Indonesia, seusai membuat pengakuan mengejutkan ketika ceramah. Pengakuan bisa bahasa semut disorot
Kamis, 18 Juli 2024 - 06:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Mama Ghufron terus menjadi perbincangan hangat netizen Indonesia, seusai membuat pengakuan mengejutkan ketika ceramah.

Terbaru, Mama Ghufron mengaku bisa mengerti bahasa semut hingga berbincang dengan malaikat.

Kondisi itu pun menuai pro dan kontra masyarakat terkait ajaran yang disebarkan Mama Ghufron.

Pendakwah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sa'adah. KH Sumarno Syafei pun turut menyoroti ulah Mama Ghufron.

Dalam acara Catatan Demokrasi di tvOne, Kiai Sumarno mengungkap terdapat tujuh indikasi ajarn menyimpang dari Mama Ghufron.

"Saya enggak berani mengatakan sesat dulu, ini penyelewengan," kata Kiai Sumarno dilansir Kamis (18/7/2024).

Kiai Sumarno menuturkan dirinya memang tidak mengenal Mama Ghufron, tetapi melihat sekilas video viral di media sosial.

Dari tayangan-tayangan tersebut, Kiai Sumarno bisa menyampaikan tujuh indikasi penyimpangan dari Mama Ghufron.

"Ada 7 poin setelah saya lihat dari tayangan-tayangan dalam YouTube yang viral akhir-akhir ini. Ada 7 yang saya lihat bahkan barangkali saya lebih sedikit, Majelis Ulama (MUI) lebih banyak. Saya bikin singkat saja ada 7," jelasnya.

Dia menjelaskan penyimpangan pertama yang diduga dilakukan Mama Ghufron ialah saat mengaku mengarang 500 kitab menggunakan bahasa Suryani.

"Yang pertama yaitu mengaku mengarang 500 kitab dengan bahasa Suryani yang kita tidak tahu siapa pentahsisnya," tuturnya.

Penyelewengan yang kedua, menurutnya, ketika Mama Ghufron mengaku bisa tadi berkomunikasi dengan para malaikat.

Sebab, menurutnya, malaikat hanya bisa diperintah dan melakukan sesuatu hanya atas perintah Allah SWT.

"Dalam Al Quran dijelaskan malaikat adalah merupakan hamba-hamba Allah yang suci, yang tidak pernah melakukan maksiat macam-macam, dan dia hanya tunduk dengan perintah Allah. Kenapa malaikat Diajak komunikasi? Kenapa malaikat bisa disuruh-suruh? ini kekeliruan logika akal nalar, apa barangkali sudah kelebihan pinternya," tambahnya.

Kiai Sumarno menyebutkan penyelewengan ketiga ialah saat Mama Ghufron mengaku memiliki tugas menjaga gawang neraka.

"(Penjaga gawang neraka,red) luar biasa, bayangkan, kita bisa pikir berapa panasnya neraka. Hal-hal yang semacam ini fenomena akhir zaman, enggak usah kaget," lanjutnya.

Penyimpangan yang keempat, kata dia, ketika Mama Ghufron mengaku keturunan Syekh Nawawi Al-Bantani.

"Nah ini lebih hebat lagi, begitu diteliti, dicek ternyata cangkokan," ujarnya.

Penyimpangan yang kelima, ketika Mama Ghufron menyampaikan Hadits berbahasa Suryani.

Sebab, Sumarno mengaku belum pernah melihat ada satu kitab Hadits yang kalimatnya memakai bahasa Suryani.

"Semua matan-matan hadits menggunakan bahasa yang disampaikan oleh baginda rasul nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam. Ini (Mama Ghufron) nggak jauh bahasanya maqoli maqoli atau makroni, makroni, saya nggak tahu," urainya.

Penyimpangan yang keenam, adalah ketika Mama Ghufron mengaku memiliki kemampuan bisa bicara dengan ruh.

Dia melihat tayangan Mama Ghufron mengaku bisa berbicara dengan ruh di dalam kubur saat berziarah ke makam Sunan Ampel. Padahal, menurut Sumarno, berbicara dengan ruh orang yang sudah meninggal hanya bisa dilakukan oleh pada nabi dan rasul dan merupakan bagian dari mukjizat.

"Berarti kalau orang sudah seperti ini, sudah menyamakan dirinya sebagai nabi dan rasul. Padahal, nabi dan rasul pun ketika berbicara mengenai orang di dalam kubur, kondisinya untuk menjawab tantangan sosial, sebagai pesan moral sebagai pesan moral," kata Sumarno.

Penyimpangan yang terakhir atau ketujuh ketika Ghufron mengaku bisa menggunakan bahasa Suryani.

Padahal, bahasa Suryani adalah bahasa kuno yang sudah ditinggalkan dan dipakai di daerah untuk orang-orang Kristen optik dan Kristen Ortodos yang ada di daerah Syria dan juga pinggiran Palestina dan juga pinggiran dari daerah Mesir.

"Setelah diamati dengan ahli bahasa Suryani, orang-orang yang pakar bahasa, Apakah betul Bahasa Suryani disampaikan seperti begini, ternyata banyak cangkokan-cangkokan cangkokannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang dan MUI Pusat masih mengkaji ceramah-ceramah pengasuh pondok pesantren (Ponpes) UNIQ Nusantara Malang, Mama Ghufron, yang belakangan ini viral di media sosial (medsos).

Ceramah Mama Ghufron dibilang kontroversial lantaran mengaku bisa melakukan video call dengan malaikat maut, alam barzah, menguasai bahasa jin, bahasa semut, dan lainnya.

Dia juga mengaku telah membuat 500 kitab dan mahir berbahasa Suryani.

MUI Pusat melalui akun X, @MUIPusat, menegaskan apa yang disampaikan oleh Ghufron meresahkan masyarakat, bahkan berpotensi menyesatkan.

Kemunculan Ghufron, menurut MUI, berpotensi memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan keagamaan.

Kehadirannya membuat banyak kontroversi dan narasi yang menyesatkan di berbagai media, lebih-lebih di media sosial.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral