- Istimewa
Iptu Rudiana Bongkar Alasan Polisi Ogah Buka CCTV Kasus Kematian Vina dan Eky di Cirebon, Tak Disangka Alasannya...
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pemerkosaan disertai pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon terus menyimpan misteri dalam pengungkapannya usai sejumlah kontroversi yang terjadi.
Teranyar, ayah dari almarhum Eky yakni Iptu Rudiana pun kembali tampil dihadapan publik bersamaan dengan keluarga almarhumah Vina dan tim kuasa hukumnya yakni Hotman Paris.
Kemunculan Iptu Rudiana dalam upaya meluruskan tuduhan yang selama ini dilontarkannya pada kasus kematian Vina dan Eky.
Ia mengaku jika peristiwa kasus kematian Vina dan Eky di Cirebon bukanlah hasil skenario dirinya yang selama ini ramai diperbincangkan publik.
Menurutnya peristiwa pembunuhan yang dilaporkan dirinya ke Polresta Cirebon resmi dari kesaksian Aep dan Dede kala itu pada 2016 silam.
"Saya pelapor. Tidak ada rekayasa. Gali info dari terpidana lalu penyidik melakukan pengembangan,” kata Iptu Rudiana saat dilontarkan sejumlah pertanyaan oleh Hotman Paris terkait peristiwa Vina dan Eky dikutip dari YouTube tvOnen, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Iptu Rudiana menuturkan dirinya mengenal Aep dan Dede kala menelusuri penyebab kematian Vina dan Eky pada 27 Agustus 2016 silam.
Sebab, Iptu Rudiana mempercayai jika sang anak dan kekasih hatinya itu tewas bukan karena kecelakaan lalu lintas melainkan aksi pidana yang terjadi.
Saat menelusuri penyebab kematian Vina dan Eky, kala itu juga Iptu Rudiana mengaku baru mengenal Aep dan Dede.
"Aep dan Dede yang kasih info. Saya mendasari informasi saudara Aep dan Dede yang melihat ada upaya penganiayaan dan pengejaran. Dilihatkan foto motor yang ada di Polsek Talun," kata Iptu Rudiana.
Usai kesaksian itu, Iptu Rudiana semakin tergugah dalam upaya mencari peristiwa dari kematian Vina dan Eky.
Alhasil, Aep mengaku jika dirinya melihat para pelaku yang kini menjadi terpidana hingga Iptu Rudiana menyambanginya untuk melakukan pengamanan bersama personel kepolisian lainnya.
"Info Aep hafal orangnya. Saya tukar nomor sama Aep. Aep menginfokan orang yang ribut-ribut kumpul di sekitar SMP 11. Saya ke sana baik-baik untuk mengajak mereka ikut ke kantor. Sudah di kantor, mereka mengakui mereka yang melakukan. Itu dasar tersebut,” katanya.