news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Momen Paus Fransiskus mencium tangan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar.
Sumber :
  • Antara

Ada Makna Tersembunyi Dibalik Saling Cium Imam Masjid Istiqlal dan Paus Fransiskus Hingga Adzan Maghrib Diganti Running Text

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia yakni Paus Fransiskus baru saja menyudahi kunjungannya di Indonesia hingga meninggalkan momen melekat bagi masyarakat.
Minggu, 8 September 2024 - 00:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia yakni Paus Fransiskus baru saja menyudahi kunjungannya di Indonesia.

Tentunya, banyak kesan indah membekas usai kunjungan dari pemimpin negara Vatikan ini bagi Indonesia khususnya Umat Katolik.

Ada momen yang terbilang menjadi sorotan saat Paus Fransiskus bersua dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar.

Dilansir dari Antara, terdapat momen saat  kedua tokoh bersua dengan keakrabannya yakni saat Nasaruddin mencium kening Paus Fransiskus.

Momen Nasaruddin Umar mencium kening Paus Fransiskus

Mendapat sambutan hangat dari Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu, Paus Fransiskus turut mencium tangan Nasaruddin.

Didapati ciuman ke kening Paus Fransiskus oleh Nasaruddin Umar itu mencerminkan bentuk kasih sayang alamiah dari seorang Ulama Islam kepada tokoh Katolik.

Sebab, Nasaruddin tak canggung serta malu-malu kala memberi ciuman kasih sayang itu meski sedang berada di area publik serta sorotan awak media dan mata kamera.

Perilaku kehangatan yang ditampilkan Nasaruddin merupakan peragaan atas nilai-nilai ajaran Islam berupa mewujudkan rahmat bagi seluruh alam.

Sebab ajaran Islam memaknai alam tak sempit dan tak hanya dikhususkan bagi pengikutnya.

Melainkan seluruh isi semesta juga didoakan agar mendapat rahmat dari umat yang mengimani ajaran Islam.

Sementara, ciuman tangan dari Paus Fransiskus kepada seorang ulama muslim dimaknai sebagai penghormatan yang tulus terhadap sesama mahluk Tuhan meski berbeda keyakinan.

Kendati Paus Fransiskus yang merupakan pemimpin tertinggi Umat Katolik di dunia, dirinya tak menunjukkan rasa gengsi kala bertemu saudara sesama manusia.

Tak hanya itu, pakaian yang digunakan kedua tokoh agama itu memaknai kesucian mengingat keduanya sama-sama mengenakan pakaian serupa jubah berwarna putih.

Karenanya, pertemuan itu juga dapat dimaknai berupa agama hadir ke bumi bukan sebagai penyulut konflik, tetapi sebagai sarana untuk merawat bibit persaudaraan dan kemanusiaan.

Allah telah menegaskan perbedaan itu sebagai sunnatullah atau hukum alam dan sudah menjadi kehendak-Nya.

Ajaran dasar untuk menerima dan menghormati perbedaan keyakinan itu termaktub dalam Al-Qur'an, Surat An Nahl, Ayat 93, yang terjemahannya adalah, "Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki".

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral