- Tangkapan Layar/TikTok
Ayah Meninggal di Tangan Anak Kandung yang Dinantikannya, Unggahan Menyayat Hati Tunjukkan APW Gendong MAS Bayi Viral
Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini akun Facebook diduga milik APW, ayah yang dibunuh anak kandungnya sendiri beredar di media sosial.
Dalam akun tersebut terdapat sebuah foto yang diduga MAS saat masih kecil sedang digendong APW.
Diketahui, kabar anak bunuh ayah dan nenek kandungnya di Lebak Bulus menjadi sorotan belakangan ini.
MAS (14) dengan tega membunuh ayah APW (46) dan nenek kandungnya RM (61).
Hal tersebut menjadi perbincangan netizen dan membuat penasaran soal motif MAS melakukan hal itu.
Kini akun Facebook diduga milik APW pun beredar. Dalam sebuah unggahan terliat APW menggendong MAS dengan bahagia.
Hal tersebut lantaran kehadiran MAS menjadi momen yang sangat ditunggu olehnya.
Netizen pun tampak mengomentari unggahan akun yang membagikan foto tersebut.
"Padahal dia dinantiin banget, mana anak tu ggal juga ya. Sedih banget, tapi kesehatan mental jg emg sebahaya itu," tulis netizen.
"Definisi gk bersyukur hidup berkecukupan," tulis lainnya.
"Ayahnya kayak seneng bgt akhirnya punya anak," tulis netizen lain.
Dalam akun tersebut juga terlihat kebahagiaan APW menantikan kehadiran anaknya ke dunia.
"Alhamdulillah menyambut kedatangan anggota keluarga baru:) Hurayy," tulis akun Facebook Argadipa Pratama Wibawa yang dikutip pada Kamis (5/12/2024).
"Menantikan kelahiran anakku. Belle dah mules2 nih," tulisnya lagi.
Sampai kini kasus menggemparkan ini masih menjadi sorotan.
Bahkan masih banyak yang bertanya-tanya soal motif MAS tega melakukan penusukan kepada ayah dan neneknya hingga meninggal.
Namun seolah menjawab salah satu motif kejadian tersebut, guru les MAS mengungkapnya hal-hal aneh.
Melansir dari X atau Twitter, terlihat cuitan akum @saya160560 yang mengaku sebagai guru les MAS. Ia memyebut sosok MAS adalah siswa yang pendiam.
"Saya kenal ini anak kalau di kelas saya dia ini pintar, dan agak pendiam," cuitnya.
Akun tersebut juga sempat memperhatikan sikap MAS yang kerap lesu tanpa semangat belajar.
"Padahal setiap kali saya tanya beliau bisa menjawab dengan baik," lanjutnya.
Ia juga menuliskan bahwa MAS diminta oleh orangtuanya untuk berkuliah di Universitas Indonesia.