- Kementerian ESDM
Cerita Kecil Bahlil Hidup Tanpa Listrik di Maluku: Lampu Pelita, Membuat Kening Saya Hitam
Dirinya menegaskan tidak ingin lagi melihat anak-anak negeri merasakan apa yang dirasakan oleh generasinya dahulu.
"Saya tidak ingin lagi ada anak-anak yang merasakan seperti saya dulu, merasakan ketiadaan penerangan listrik. Untuk itu, sesuai arahan Bapak Presiden agar di desa-desa yang belum ada listrik segera kita pasang, kita akan lakukan ini secara bertahap sampai 2029 selesai," imbuhnya.
Sebagai informasi, Lisdes merupakan program pemerintah melalui penugasan PLN untuk melistriki seluruh pelosok desa dengan membangun jaringan distribusi.
Program ini sejatinya adalah program rutin, di mana sampai pada akhir 2024, telah sebanyak 83.693 desa dan kelurahan di Indonesia akhirnya menikmati listrik.
Tak hanya lisdes, sejak 2022 hingga 2024 Kementerian ESDM juga menyalurkan 367.212 sambungan bantuan pasang baru listrik (BPBL) bagi rumah tangga tidak mampu sebagai komitmen pemerintah mewujudkan energi berkeadilan melalui penyediaan akses listrik.
Tujuan utama lisdes ini tidak lain adalah untuk memastikan seluruh warga negara dapat menikmati layanan listrik 24 jam penuh.
Menurut Bahlil, energi bukan hanya persoalan kebutuhan, tapi juga bentuk pemerataan dan keadilan yang harus dilakukan dari Sabang sampai Merauke.
Untuk merealisasikan program lisdes tersebut, pemerintah memerlukan investasi sekitar Rp50 triliun.
"Tugas kami lima tahun ke depan melalui program lisdes periode 2025-2029 sesuai perintah Presiden Prabowo kepada kami adalah segera menginventarisir dan membuat program terobosan dalam rangka memberikan akses listrik kepada desa-desa yang belum terlistriki," ujar Bahlil.
"Upaya menyediakan akses desa belum berlistrik ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk menanamkan investasinya bersama pemerintah untuk mewujudkan energi berkeadilan," tegasnya. (rpi)