- ist
Handala Hack, Peretas Iran Disebut Lancarkan 3 Operasi Besar ke Israel
Jakarta, tvonenes.com - Rezim Zionis Israel secara tiba-tiba melancarkan serangan rudal ke teritori Iran, pada 13 Juni lalu. Sontak peperangan antara kedua negara terjadi. Kelompok peretas Iran, Handala Hack, juga turut serta.
Informasi keterlibatan kelompok peretas Iran, Handala Hack, ikut terlibat dalam upaya pembalasan ke Israel diungkap oleh akun X centang biru @Ben3atha, dimana hingga berita ini diturunkan telah dilihat oleh 3,2 juta pengguna.
"Di tengah konflik antara Iran dan Israel, ada serangan lain yang luput dari perhatian… Beberapa lembaga besar milik Kementerian Pertahanan Israel diretas. File-file rahasia seperti peta militer dan sistem sensitif bocor ke public," tulis @Ben3atha, sebagaimana diakses pada Selasa (17/6/2025).
Sekelompok peretas (hacktivist) pro-Palestina yang berbasis di Iran itu menamakan diri mereka sebagai “Handala Hack.”
Mereka dikenal karena melakukan serangan siber terhadap target-target di Israel, terutama institusi pemerintah, militer, dan infrastruktur penting.
- ist
Diketahui, mereka pernah membocorkan foto tokoh penting seperti Benny Gantz dan Ehud Barak. Serangan terakhir mereka sebelumnya adalah pada Februari lalu ke institusi kepolisian Israel.
Tiga Operasi Peretasan
Terkini, Handala Hack menggelar tiga operasi peretasan besar sebagai respon atas agresi Israel ke Iran.
"Operasi Pertama: Mereka meretas dua perusahaan, Delekol dan Delek, penyedia sistem bahan bakar."
Mereka memposting video sebuah pesan:
“Sistem bahan bakar kalian sudah terbuka. Lebih dari 2 Terabyte data bukan milik kalian lagi. SPBU kalian terancam. Kalau pintar, ambil langkah sekarang. Isi bahan bakar segera… sebelum jalanan kosong dan jet kalian lumpuh,” demikian mengutip unggahan Handala Hack.
- ist
Operasi peretasan kedua yakni menyasar YG New Idan Ltd, perusahaan yang disebut sebagai “tangan rahasia” Kementerian Pertahanan Israel.
Usai melakukan peretasan, Handala Hack menyampaikan pesan sebagai berikut:
“Inilah entitas yang merancang dan membangun basis militer kalian. Kini semua yang kalian sembunyikan jadi milik kami. 339GB data rahasia sudah kami kuasai,” sembari menunggah sejumlah gambar sebagai bukti peretasan.
Dari gambar yang Handala Hack bagikan, menunjukkan Pressure Vessel (tabung tekanan) yang merupakan alat bawah laut Israel. Kemudian gambar tampilan server Manager Windows yang digunakan untuk mengatur sistem jaringan skala besar dan canggih.
Server berfungsi untuk mengaktifkan banyak layanan jaringan dan administratif, artinya ini bagian dari infrastruktur militer digital tingkat tinggi.
Serta gambar ketiga yakni peta gedung-gedung penting di wilayah Israel.
Kemudian operasi peretasan ketiga yakni, peretasan terhadap perusahaan Aerodreams. Perusahaan ini diduga terlibat dalam program drone rahasia, pelatihan pilot elite, dan logistik militer rahasia Israel.
Para hacktivist mengatakan: “400GB data internal sudah ada di tangan kami, dan sebentar lagi akan dilihat semua orang.”
Struktur Udara dan Militer Israel
Operasi peretasan ketiga disebut-sebut sebagai operasi peretasan terpenting, karena kelompok hacker ini berhasil menyingkap struktur udara dan militer Israel.
Salah satu bocoran adalah peta CVFR (Controlled Visual Flight Rules) wilayah udara Israel utara. Dimana peta ini menunjukkan rute penerbangan sipil dan militer, lokasi bandara dan landasan, arah magnetik dan petunjuk navigasi. Serta instruksi dalam bahasa Ibrani soal batasan udara, cara masuk wilayah Udara dan komunikasi radio.
- ist
Melalui operasi peretasan ketiga, para hacker ini juga mengungkap peta jalur penerbangan yang mencakup wilayah Israel dan wilayah Palestina. Peta ini sangat vital bagi pergerakan Udara Israel, karena mencakup rute udara militer dan sipil, zona larangan terbang, area latihan militer serta area wilayah sipil dan militer.
"Mereka juga membocorkan identitas diplomat yang jadi perantara perusahaan dan bekerja untuk Kementerian Luar Negeri Israel dan misi diplomatik di luar negeri," tulis @Ben3atha.
Diketahui, perang Israel-Iran sedang terjadi. Muasalnya adalah serangan rudak Rezim Zionis Israel ke teritori Iran, pada 13 Juni lalu
Panglima militer Iran, atas perintah pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meluncurkan balasan ke wilayah Israel dengan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke Tel Aviv, Yerusalem, Haifa, dan sasaran lain.(ito)
Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan informasi yang sedang viral di media sosial. Belum ada konfirmasi atau wawancara lebih lanjut atas informasi ini.