news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Detik-detik Menegangkan Kejagung Geledah Kantor GoTo Terkait Dugaan Korupsi Laptop

Baru-baru ini beredar kabar soal detik-detik menegangkan Kejagung geledah kantor GoTo terkait dugaan korupsi korupsi laptop
Jumat, 11 Juli 2025 - 16:50 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini beredar kabar soal detik-detik menegangkan Kejagung geledah kantor GoTo terkait dugaan korupsi korupsi Program Digitalisasi Pendidikan pengadaan laptop periode 2019-2022.

Dalam hal ini, Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan penyidik pada Selasa (8/7) lalu.

"Benar telah melakukan serangkaian upaya penggeledahan di salah satu tempat," jelas Harli menjawab pertanyaan wartawan tentang penggeledahan kantor GoTo, Jumat (11/7/2025).

Namun, sampai berita ini diterbitkan belum ada pernyataan dari manajemen GoTo terkait penggeledahan ini. Tim tvOnenews.com masih berupaya meminta tanggapan dari GoTo.

Lalu, Harli menyebut dalam penggeledahan itu, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti. Kendati demikian, ia tak membeberkan lebih lanjut ihwal barang bukti yang disita.

Bahkan kata dia, saat ini penyidik masih mendalami berbagai barang bukti sitaan dari hasil penggeledahan tersebut.

"Barang-barang apa yang dilakukan penyitaan itu dapat kami sampaikan ada berupa dokumen atau surat dan barang bukti elektronik berupa flash disk," tutur dia.

"Tentunya baik dokumen, maupun barang bukti elektronik ini kita harapkan ada berbagai informasi yang bisa dijadikan untuk memperkuat dari pembuktian proses penyidikan," pungkasnya.

Diketahui, Kejagung tengah mengusut kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019-2022.

Harli menyebut dalam kasus ini penyidik menemukan indikasi adanya pemufakatan jahat melalui pengarahan khusus agar tim teknis membuat kajian pengadaan alat TIK berupa laptop dengan dalih teknologi pendidikan.

Melalui kajian itu dibuat skenario seolah-olah dibutuhkan penggunaan laptop dengan basis sistem Chrome yakni Chromebook. Padahal hasil uji coba yang dilakukan pada tahun 2019 telah menunjukkan bahwa penggunaan 1.000 unit Chromebook tidak efektif untuk sarana pembelajaran. (aag)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:12
05:05
02:59
01:29
04:17
05:51

Viral