- Istimewa
Terungkap Misteri Kematian Arya Daru, Polisi Sebut Temukan Hal Penting di Gulungan Lakban yang Lilit Wajah Sang Diplomat
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkapkan misteri kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan, Selasa (29/7/2025).
Seperti diberitakan sebelumnya, Arya Daru ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya daerah Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2025).
Hal yang aneh dari kematian sang diplomat adalah pada bagian wajah dan kepalanya terlilit lakban berwarna kuning.
Tak hanya itu, polisi mengungkap ketika ditemukan wajah Arya Daru juga tertutup plastik.
Setelah 20 hari melakukan pemeriksaan bukti forensik dan meminta keterangan kepada 24 orang saksi, akhirnya polisi mengungkapkan penyebab kematian Arya Daru.
- Rika Pangesti/tvOnenews
Adapun salah satu temuan yang disoroti polisi, adalah bagian lakban yang melilit wajah sang diplomat.
Ahli DNA Puslabfor Polri Kompol Irfan Rofiq mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya material biologi seperti sperma atau darah di tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, pihaknya juga sudah memeriksa 13 barang bukti terkait kasus kematian Arya Daru ini.
"Yang sangat menarik, di sini adalah pada sisa lakban di bonggol atau gulungan lakban itu, terdapat DNA daripada saudara almarhum ADP," kata Irfan, Selasa (29/7/2025)
Selain memeriksa bukti forensik berupa material biologi, pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa diplomat berusia 39 tahun itu meninggal karena mati lemas.
Di dalam prosesnya kematian Arya Daru, polisi juga tidak menemukan keterlibatan pihak lain.
Pihak kepolisian pun menyimpulkan bahwa tidak ada unsur pidana dalam kematian Arya Daru.
"Pada kesempatan yang baik ini, kami akan menyimpulkan hasil daripada penyelidikan yang kami lakukan, bahwa penyelidikan yang kami lakukan, kami simpulkan belum menemukan adanya peristiwa pidana," tegas Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra.
Wira menjelaskan, diplomat itu bunuh diri dengan cara meminimalisir alur oksigen ke tubuh hingga menutupi kepalanya dengan plastik yang dililit dengan lakban kuning.
Karena hal itu, sistem pernapasannya mulai dari hidung dan mulut ke paru-paru akhirnya terganggu. (iwh)