Presiden Prabowo Bawa 3 Misi ke KTT BoP, KSP Pastikan BoP Tidak Bertentangan dengan PBB
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Board of Peace (BOP) di Washington DC, Amerika Serikat, pada 19 Februari 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dari agenda diplomasi Indonesia untuk mendorong perdamaian global, khususnya pemulihan Gaza dan upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Palestina.
Selain menghadiri Ktt bop, Presiden juga dijadwalkan menjalani pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta menandatangani agreement on reciprocal trade yang telah dinegosiasikan sejak 2025.
Sebelumnya, Presiden juga bertemu kelompok pebisnis Amerika Serikat dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi.
Tiga Pesan Utama Indonesia di KTT BOP
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ahmad Fuad Fanani, menyebut kehadiran Presiden Prabowo menunjukkan keberlanjutan diplomasi Indonesia di panggung global. Indonesia ingin berkontribusi secara konstruktif dalam perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.
Tiga misi utama yang dibawa Indonesia antara lain:
1. Menegaskan komitmen pada solusi dua negara (two-state solution) bagi Palestina.
2. Memastikan peran BOP selaras dengan mandat PBB dan hukum internasional.
3. Menunjukkan kesiapan Indonesia berperan aktif dalam inisiatif perdamaian global.
Indonesia juga menegaskan kesiapan mengirim pasukan perdamaian non-tempur ke Gaza jika diperlukan. Misi tersebut difokuskan pada perlindungan warga sipil, bantuan rekonstruksi, serta pelatihan kepolisian di wilayah konflik.
Strategi Diplomasi Active Hedging
Pemerintah menilai langkah menghadiri BOP sebagai bentuk active hedging dalam politik luar negeri bebas aktif.
Indonesia tidak ingin terikat pada satu blok kekuatan, tetapi aktif terlibat di berbagai forum internasional seperti OKI, BRICS, hingga forum perdamaian global.
Pendekatan ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai middle power yang mampu menjadi jembatan diplomasi antarnegara.
Pemerintah menilai kehadiran Indonesia tidak sekadar simbolik, melainkan upaya untuk menghadirkan langkah konkret menuju kemerdekaan penuh Palestina.
Tantangan dan Peluang
Pengamat hubungan internasional menilai peluang Indonesia memengaruhi kebijakan di forum BOP cukup besar jika mampu membangun aliansi strategis dengan negara-negara pendukung Palestina seperti Qatar, Turki, Mesir, dan Arab Saudi.
Namun, dinamika geopolitik global serta kepentingan negara besar tetap menjadi tantangan besar.
KTT Board of Peace perdana ini diharapkan menjadi momentum baru bagi diplomasi internasional untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina.