- ist
Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?
Guna menempuh cara yang elegan, saran saya buzzer jahat yang menyerang Bahlil, bertobatlah. Saya tidak melarang kritik, tapi bangunlah kritik yang baik seperti tidak menyentuh aspek rasial yang paling dikutuk oleh dunia.
Berprestasi & Gebrakan
Sangat aneh dengan buzzer jahat, menteri yang berasal dari timur ini sangat terbukti sebagai menteri berprestasi dan selalu membuat gebrakan tapi matanya selalu julid, sehingga sudut pandangnya selalu sempit dan buruk.
Kendati bukan lulusan Harvard Amerika atau sejenisnya, tapi lelaki ini dianggap memiliki kompetensi internasional, sehingga ia bisa dipercaya mengelola kementerian yang identik dengan high skill di ESDM.
Kata kata pujian itu bukan datang dari orang biasa, melainkan langsung dari Presiden Prabowo sendiri.Presiden berujar, biasanya yang memimpin kementerian strategis, adalah mereka yg lulusan luar negeri.
Nah Bahlil ternyata kuliahnya di Papua tapi bisa memimpin kementerian "kelas berat". Bukan kementerian kelas berat saja, tapi kementerian yg sangat sarat dengan kepentingan mafia migas dan tambang.
Saya mensinyalir buzzer yang mendekreditkan Bahlil dengan caci maki di media sosial, adalah buzzer bayaran yang ditugaskan membendung kebijakan menteri ESDM, yang sedang bersih-bersih dari elit hingga akar-akarnya.
Untuk langkah Bahlil yang oleh ilmuwan Fachry Ali dijuluki sebagai tekhnorat dan seorang demokrat tulen ini, patut kita dukung. Setiap kebijakan ESDM yang dilakukan Bahlil, saya yakin semuanya adalah gebrakan yang sangat ditunggu untuk perbaikan yang lebih baik.