news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tim Gabungan Polisi Temukan Tujuh Bom di SMAN 72 Jakarta, 4 Meledak, Tiga Masih Aktif.
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Mengerikan, Masih Terdapat Bom yang Belum Meledak di SMAN 72 Jakarta Utara, Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya mengungkap peristiwa ledakan SMAN 72 Jakarta Utara, Kelapa Gading yang mengakibatkan puluhan korban luka dan menjadi sorotan hangat publik.
Rabu, 12 November 2025 - 00:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.comPolda Metro Jaya mengungkap peristiwa ledakan SMAN 72 Jakarta Utara, Kelapa Gading yang mengakibatkan puluhan korban luka dan menjadi sorotan hangat publik.

Naasnya, aksi teror ledakan SMAN 72 Jakarta Utara itu dilakukan oleh seroang siswa berinisial F.

Polisi mendapati tujuh bom rakitan aktif yang dibawa F saat melakukan aki nekat peledakan di SMAN 72 Jakarta Utara.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan ledakan terjadi di dua titik, yakni area masjid sekolah serta bank sampah.

{{imageId:379390}}

“TKP masjid sekolah ditemukan dua bekas ledakan bom rakitan beserta sejumlah barang bukti seperti serpihan plastik, dua crater atau kawah ledak yang kami temukan, paku, potongan tas, serta komponen elektronik seperti switching rocker," ujar Henik dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Henik menuturkan bom di dalam masjid diduga diledakkan menggunakan pengendali jarak jauh atau remot.

Dugaan itu diperkuat dari temuan perangkat elektronik dan rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa benda mirip remot.

“Dapat disimpulkan di TKP pertama, bom dikendalikan dengan remot dan ledakan menimbulkan efek overpressure serta pecahan paku yang menyebabkan banyak korban luka,” kata dia.

Henik menuturkan, lokasi bom selanjutnya, yakni di area taman baca dan bank sampah sekolah. Di taman baca, polisi menemukan satu bom dalam kemasan kaleng minuman bersoda dengan sumbu bakar sebagai pemicu.

{{imageId:379235}}

Sementara di area bank sampah, ditemukan empat bom rakitan lain. Dua diantaranya meledak tidak sempurna, sementara dua sisanya masih aktif dan berhasil diamankan tim Gegana.

“Untuk dua bom yang meledak, hanya bagian tutup casing yang hancur, sementara pipa utamanya masih utuh,” kata Henik.

Menurutnya bom-bom di area bank sampah menggunakan sumbu bakar sebagai inisiator. Diduga dua bom yang tidak meledak karena sumbunya belum sempat dipicu oleh pelaku.

Total ada tujuh bom di lokasi. Dua di masjid dan lima di area taman baca serta bank sampah. Dari jumlah itu, empat meledak dan tiga berhasil diamankan dalam kondisi aktif.

"Tiga bom aktif sudah kami amankan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, perawatan terduga pelaku insiden ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dipindahkan dari Rumah Sakit Islam Cempaka Putih ke Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Langkah ini dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan sekaligus memastikan pemulihan fisik dan psikis pelaku yang masih di bawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, tim penyidik akan lebih leluasa melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku setelah kondisinya berangsur membaik.

“Memudahkan juga penyidik untuk bisa mendalami informasi. karena yang bersangkutan sudah dalam kondisi sadar. Apabila dalam perkembangan kondisi kesehatan semakin baik, itu akan lebih memudahkan penyidik untuk meminta keterangan,” kata Budi kepada wartawan, Senin, 10 November 2025.

Selain alasan teknis penyidikan, pemindahan juga dilakukan agar proses perawatan lebih aman dan terpantau langsung oleh tim gabungan yang telah dibentuk Polri.

Sebagai informasi, kejadian ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta saat melaksanakan shalat Jumat. Akibat kejadian ini, puluhan siswa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Berdasarkan informasi dari Direktur Utama Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo pada Sabtu kemarin, sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan yang cukup kuat.

Meski kondisi fisik para korban mulai membaik, ia menilai pemulihan mental justru menjadi tantangan terbesar pascakejadian.

"Seperti yang dikatakan representative KPAI, kami merasa pemulihan secara jasmani akan terjadi dengan cepat karena karakter anak-anak masih muda, kecuali pada bagian pendengaran yang sekitar dua pertiga mengalami gangguan pendengaran," ucapnya. (raa)

VIVA/Foe Peace Simbolon

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:57
16:35
03:01
06:45
02:08
03:21

Viral