- Istimewa
11 Siswa Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara Masih Dirawat, 6 Diantaranya dalam Kondisi.....
Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Medis Rumah Sakit (RS) Yarsi, Muhammadi mengungkapkan sebanyak sebelas korban ledakan SMAN 72 Jakarta Utara, masih menjalani perawatan di RS YARSI, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/11/2025).
Sebanyak 6 orang diantaranya mengalami bocor gendang telinga.
“Ya, jadi yang dirawat sekarang itu masih ada 11 yang 6 orang yang dalam proses perawatan dengan bocor gendang telinga,” kata Muhammadi, kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Lebih lanjut Muhammadi menerangkan bahwa dari sebelas orang tersebut, empat diantaranya juga mengalami tuli mendadak. Namun pihaknya akan memberikan terapi hiperbaril untuk mempercepat proses perbaikan pendengaran.
“Sedangkan ada 4 siswa yang mengalami tuli mendadak tanpa kerusakan membran telinga, itu masuk ke hiperbarik untuk mendapatkan terapi oksigen bertekanan tinggi. Ini juga diharapkan bisa mempercepat proses perbaikan dan memberikan efek terapi yang optimal dari perawatan yang sudah diberikan oleh teman-teman dokter yang ada di rumah sakit Yarsi,” terang Muhammadi.
Selain itu Muhammadi menyebutkan bahwa empat korban yang mengalami tuli mendadak telah dilakukan evaluasi dan dipastikan tidak sampai pada tuli permanen.
“Ya, tuli mendadak pada kasus ledakan ini sudah kita evaluasi lanjutan dan alhamdulillah tidak ada yang sampai kasusnya hasil audiometrinya tidak sampai yang berat gitu ya,” tuturnya.
Sementara itu Muhammadi mengungkapkan, satu dari enam korban yang mengalami kebocoran membran telinga akan kita lanjutkan dengan operasi.
“Sedangkan sisanya akan diobservasi aja karena masih muda dan potensi untuk recovery dengan sendirinya. Jadi kita akan pantau nanti dalam 2-3 minggu ke depan kalau menurut pakar-pakar yang ada disini,” jelasnya.
Untuk diketahui, Sebanyak 11 orang korban ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit YARSI, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/11/2025).
“Hari ini di rumah sakit Yarsi, total korban yang kita layani sudah 26 orang dan tersisa ada 11 orang yang dalam rawat inap, 9 rawat jalan. Jadi hari ini dipulangkan 3 orang lagi,” kata Direktur Medis Rumah Sakit (RS) Yarsi, Muhammadi, kepada awak media, Selasa (11/11/2025).
Sementara itu Muhammadi mengungkapkan, satu dari 11 korban yang menjalani rawat inap masih berada di ICU dan telah membaik dengan dilepaskan alat bantu nafas.
“Jadi ada 11 yang masih di rawat inap termasuk 1 yang di intensif yang juga sudah perbaikan Alhamdulillah sudah mulai lepas alat bantu nafas baru sore ini,” ucap Muhammadi.
Adapun Muhammadi menjelaskan bahwa satu korban di ICU ini mengalami luka bakar dan trauma tumpul abdomen.
“Jadi ada cedera pada organ abdomen, perut itu dilakukan operasi emergency pada hari yang sama, jam 4 sore sampai setelah isya selesai. Nah, itu kita ada angkat salah satu organ dan kemarin operasi kedua untuk melakukan perawatan luka bakarnya, dan hari ini, alhamdulillah, sudah nafas secara spontan tanpa alat bantu nafas,” terang Muhammadi. (ars/raa)